RS Medika Permata Hijau Tak Kondusif Usai Novanto Dirawat, Dokter Ini Pilih Mengundurkan Diri

"Setelah kejadian itu, saudara mengundurkan diri?" tanya kuasa hukum dokter Bimanesh pada dokter Alia.

RS Medika Permata Hijau Tak Kondusif  Usai Novanto Dirawat, Dokter Ini Pilih Mengundurkan Diri
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2/2018). Sidang lanjutan itu beragenda mendengarkan keterangan saksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter Alia mengakui mengundurkan diri dari RS Medika Permata Hijau pascaperawatan Mantan Ketua DPR Setya Novanto pada 17 November 2017 silam.

Hal ini terungkap dari sidang lanjutan kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto, Senin (26/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk terdakwa dokter Bimanesh, dengan saksi dokter Alia.

Baca: Probosutedjo Idap Penyakit Ini Selama 20 Tahun, Begini Cara Mengenali Kanker Tiroid

"Setelah kejadian itu, saudara mengundurkan diri?" tanya kuasa hukum dokter Bimanesh pada dokter Alia.

"Sejak dua bulan sebelumnya, sudah ada tawaran di Palembang. Anak-anak saya juga kan di Palembang dan saya saat itu kerja di Jakarta. Jadi saya bolah balik Palembang Jakarta," jawab dokter Alia.

Masih menurut dokter Alia, pascaperawatan Setya Novanto kondisi di rumah sakit tidak kondusif sehingga mendukung niatannya pindah pekerjaan ke Palembang.

"Situasi di rumah sakit yang tidak kondusif menguatkan saya untuk pindah ke Palembang, kerja di perusahaan yang sekarang ini," tambahnya.

Baca: Kisah Warga Aceh Sumbang Rp 200 untuk Pembelian Pesawat Pertama RI, Hasil Jual Anak Sapi

‎Diketahui, dalam sidang kali ini, Senin (26/3/2018) dokter Alia menjadi saksi bagi terdakwa dokter Bimanesh di kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto.

Selain terdakwa dokter Bimanesh, ada pula terdakwa lainnya di kasus yang sama namun sidangnya dipisah. Terdakwa tersebut adalah Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto.

Keduanya diduga bersekongkol memanipulasi data rumah sakit agar Setya Novanto bisa terhindar dari proses penyidikan di KPK.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved