Uji Coba

Jerman vs Brasil, Mengubur Luka Tim Samba

Empat tahun lalu, Brasil dibantai Jerman 1-7. Kini mereka harus menyiapkan mental yang tangguh, dan rasa percaya diri untuk kembali bertemu tim Panser

Penulis: deny budiman | Editor: deny budiman
AFP Photo
LATIHAN- Pelatih Brasil, Tite, mengawasi para pemainnya berlatih jelang uji coba melawan Jerman, Rabu (28/3) dini hari 

LAGA melawan Jerman dini hari nanti bukan sekadar pertandingan uji coba untuk kubu Brasil. Empat tahun lalu, dalam pertemuan terakhir kedua tim, tim Samba mengalami masa tergelap dalam sejarah sepak bola mereka gara-gara polah tim Panser.
Ya, di semifinal Piala Dunia 2014, Brasil yang menjadi tuan rumah adalah tim favorit. Siapa sangka, di Stadion Maracana kala itu, mereka babak belur dihajar Jerman dengan skor yang tak pernah terbayangkan: 1-7!
Kedua tim tak pernah bertemu lagi semenjak itu. Brasil mulai berusaha menata diri lagi setelah berada di tubir kehancuran. Luis Felipe Scolari dipecat, digantikan Dunga, yang juga kiprahnya tak memuaskan karena gagal di Copa America 2015, dan 2016.
Kemudian muncul Tite. Pelatih berusia 56 tahun ini jadi tumpuan harapan untuk mengembalikan harga diri tim Samba. Sejauh ini, Tite dinilai sangat menjanjikan. Ia berhasil membawa Selecao jadi tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2018 dengan rekor meyakinkan di kualifikasi, 12 menang, lima seri, dan hanya sekali kalah.
Di skuatnya sendiri, hanya tersisa Willian, Fernandinho, Paulinho, dan Marcelo yang jadi veteran dari "kuburan" di Maracana. Mereka kini mengandalkan talenta para pemain muda seperti Roberto Firmino, Philippe Coutinho, dan Gabriel Jesus. Neymar, sang kapten tentu saja harus dimasukkan. Tapi sayangnya, ia saat ini sedang cedera, dan dipastikan absen.
Di laga terakhir (23/3), Selecao dengan meyakinkan menyikat tuan rumah Rusia 3-0 lewat gol Joao Miranda, Coutinho, dan Paulinho.
Dan Miranda yakin, inilah saat yang tepat bagi Brasil untuk bertemu lagi dengan Jerman. "Ini saat yang ideal. Kami sudah percaya diri kembali sekarang, dan siap menghadapi mereka dengan kepala tegak," ujarnya.
Pelatih Brasil, Tite, pun menyadari skuatnya akan dibayangi kekalahan 1-7 dalam uji coba di Stadion Olympiade, Berlin, Rabu (28/3) dini hari nanti. Karenanya, ia menyebut duel nanti bukan sekadar uji coba, tapi coba upaya untuk mengembalikan harkat diri timnya.
"Kami sedang dalam periode membangun kembali kepercayaan diri. Jadi, secara emosional, laga ini akan sangat penting. Saya ingin tim ini bisa bermain kompetitif, kuat secara mental, dan percaya diri melawan Jerman," katanya menegaskan.
Di kubu Jerman, gelandang Toni Kroos menilai Brasil sekarang jauh lebih baik ketimbang empat tahun lalu. Kroos ikut menyumbang dua gol di Belo Horizonte lalu.
"Saat saya melihat komposisi tim Brasil sekarang, dan dibandingkan dengan 2014 lalu, saya lihat tim sekarang malah dua tingkat jauh lebih baik," ujar pemain Real Madrid ini.
"Mereka punya banyak pemain hebat. Salah satunya adalah rekanku di Madrid, Casemiro. Mereka juga sangat padu, dan pantas jadi salah satu tim favorit," ujarnya.
Faktanya, uji coba dini hari nanti menjadi pertarungan dua tim yang bisa dibilang paling cemerlang selama kualifikasi. Jerman sendiri menorehkan rekor sempurna sepuluh kali menang dari sepuluh laga di grup C, dengan mengemas 43 gol, dan hanya kebobolan empat gol.
Terakhir kali tim Panser mengalami kekalahan adalah saat ditekuk Prancis 0-2 di semifinal Piala Eropa 2016 lalu. Sejak itu, mereka terus melaju dengan meyakinkan. Hanya saja, tiga laga terakhir, tim asuhan Joachim Loew ini hanya menorehkan hasil seri, masing-masing kontra Inggris 0-0, Prancis 2-2, dan terakhir Spanyol 1-1. (Tribunnews/den)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved