Kepala BPTJ Belum Puas Hasil dari Aturan Ganjil Genap di Tol Bekasi

Bambang menjelaskan, sejauh ini, untuk peningkatan pengguna amgkutan bus baru meningkat 40 persen.

Kepala BPTJ Belum Puas Hasil dari Aturan Ganjil Genap di Tol Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Tol Bekasi Barat Selasa (27/3/2018) TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan pihaknya belum merasa puas dari hasil aturan ganjil genap di tol Bekasi.

Bambang mengakui meski terjadi peningkatan kelancaran kendaraan di tol Jakarta Cikampek, namun banyak pengendara belum beralih ke angkutan umum.

"Sekarang hasilnya menunjukkan angka positif, oleh karena itu kami segera membuat laporan apakah bisa diterapkan di daerah lainnya, Meskipun kami belum Happy karena harus meningkat lagi penggunaan bus." kata Bambang, di Bekasi, Selasa (27/3/2018).

Baca: Ayu Meninggalkan Indonesia Idol, Ari Lasso: Kamu Pulang dengan Kepala Tegak

Bambang menjelaskan, sejauh ini, untuk peningkatan pengguna amgkutan bus baru meningkat 40 persen.

Sedangkan pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke bus itu ada 14 persen.

Promo harga tiket yang semula Rp 20 ribu saat ini turun menjadi Rp 10 ribu, selain itu harga tarif parkir di kantung parkir juga ikut turun dari yang semula Rp 10 ribu menjadi Rp 5 ribu.

"Ini bagian dari marketinglah agar bisa lebih efektif menggunakan bus, selain prasarana tersedia juga harga tiket promo," jelas Bambang

Dia mebambahkan, selama diberlakukan paket kebijakan di ruas tol Jakarta Cikampek, volume per capacity rationya turun menjadi 0.5. Jika dirata-rata sesuai data 50 sampai 60 kilo meter per jam.

Baca: Sosialisasi Aturan Ganjil Genap Tol Bekasi Diperpanjang

"Tapi kalau jam 7 ke atas itu sudah lancar, sehingga kecepatan semakin menigkat, saya sudah nencoba bahkan saya bisa mengendarai mobil saya diatas kecepatan diatas 90 km/h." Kata Bambang

Ganjil genap di Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Bekasi Timur merupakan satu diantara tiga paket kebijakan pengaturan lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta Cikampek. Paket kebijakan itu selanjutnya disebut kebijakan Green Line.

Kebijakan Green Line selain ganjil genap, diantaranya pembatasan angkutan barang golongan III, IV dan V, dari ruas tol Karawang Barat sampai Cawang, serta pemberlakukan jalur khusus bus.

Untuk ganjil genap dan pembatasan angkutan barang, berlaku pukul 06.00 -09.00 setiap Senin - Jumat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved