Dua Wanita Ketahuan Sembunyikan Sabu 666 Gram di Pembalut

Dari hasil analisis tersebut, petugas mengamankan dua penumpang wanita warga Indonesia berinisial RC (40) dan NO (20).

Laporan wartawan Wartakota Andika Panduwinata

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bea Cukai Soekarno-Hatta bekerja sama dengan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengamankan  sabu seberat 666 gram yang dari pembalut wanita.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Erwin Situmorang mengungkapkan kronologi penangkapan berawal dari analisis petugas penumpang pesawat KLM Royal Dutch KL 809 rute Kuala Lumpur-Jakarta, 4 Maret 2018.

Dari hasil analisis tersebut, petugas mengamankan dua penumpang wanita warga Indonesia berinisial RC (40) dan NO (20).

Baca: Papan Reklame 4Play Karaoke Ditutup Plastik Hitam

"Dari hasil pemeriksaan badan (body searching), petugas mendapati RC dan NO menyembunyikan serbuk putih yang diduga methamphetamine di dalam pembalut yang mereka kenakan, dengan berat masing-masing 310 gram dan 356 gram," ujar Erwin di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (28/3/2018).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kedua tersangka memperoleh barang tersebut dari seorang berkebangsaan Afrika di Malaysia, dan mereka diperintahkan untuk membawa barang tersebut ke Jakarta.

Selanjutnya atas temuan itu, petugas segera berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk bersama-sama melakukan controlled delivery dan pengembangan kasus.

"Ada pun dari hasil pengembangan kasus yang dilakukan, tim gabungan Bea Cukai dan Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil meringkus lima orang tersangka lainnya, yang di antaranya berperan sebagai eyeball dan penerima barang, serta satu orang tersangka yang berperan sebagai pengendali jaringan," bebernya.

Baca: Kantor Panwaslu Kota Bekasi Didemo Puluhan Massa KAMMI

Keenam tersangka ini diamankan di Iokasi yang berbeda, yakni di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Erwin mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam hukuman mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar.

"Upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri," papar Erwin

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved