Kedatangan Kereta MRT di Jakarta Molor, Direktur Utama Bilang Karena Cuaca
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pengiriman dua train set yang dikirimkan dari Jepang terkendala cuaca buruk.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Kedatangan rangkaian kereta atau rolling stock Mass Rapid Transit (MRT) di tanah air mundur dari jadwal yang sudah ditentukan.
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pengiriman dua train set yang dikirimkan dari Jepang terkendala cuaca buruk.
Baca: Penemuan Cacing Pita 10 Meter di Sumut: Karena Konsumsi Daging Babi Mentah dan Belum Ada Obatnya
Sebelumnya 2 rangkian kereta ini dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 26 Maret 2018.

"Direncanakan pada akhir Maret, tapi sedikit tertunda ke awal April karena cuaca yang kurang bersahabat dan dalam perjalanan kapal," ujar William di Forum Jurnalis dan Blogger di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
William memprediksikan dua train set tersebut akan tiba di pelabuhan pada 2 April 2018 mendatang.
Dari Tanjung Priok, train set akan dipindahkan ke Depo Lebak Bulus secara bertahap.
Baca: Pengakuan Blak-blakan Istri Polisi di Tulungagung yang Gerebek Suami di Kamar Bersama Selingkuhan
Untuk persiapan train set yang akan tiba, William mengatakan akan mempercepat penyelesaian sarana dan prasarana di Depo Lebak Bulus.
"Kami terus mempercepat penyelesaian sarana dan prasarana di depo. Mudah-mudahan ketika kereta datang, semuanya sudah siap," ujarnya, Rabu (28/3/2018).
Rencananya akan ada 16 kereta MRT yang akan beroperasi.
Baca: Ternyata Karena Ini PK Ahok Ditolak, Simak Penjelasan Juru Bicara Mahkamah Agung
Untuk train set 3 sampai 16, William mengatakan sedang dalam proses pembuatan dan akan dikirim bulan Juni 2018.
"Train set 3 sampai 16 sedang dalam proses manufacture di Jepang. Progress over all-nya sudah 70,86 persen dan rencana oengiriman train selanjutnya start di bulan Juni 2018," ungkap William.