Pameran Tekstil Bertaraf Internasional Digelar, 900 Perusahaan dari 23 Negara Jadi Peserta

Sebanyak 900 perusahaan dari 23 negara ikut ambil bagian dalam Pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT).

Pameran Tekstil Bertaraf Internasional Digelar, 900 Perusahaan dari 23 Negara Jadi Peserta
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Produk Pameran Inacraft 2015 ditampilkan pada pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair atau Inacraft 2015, di JCC Senayan Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2015). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN -- Pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) terintegrasi bertaraf Internasional yakni Indo Intertex dan Inatex akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada tanggal 47 April 2018. Kedua pameran yang saling terkait yakni Indo Intertex menghadirkan permesinan dan peralatan.

Sedangkan Inatex menghadirkan bahan baku serat, benang, kain, pakaian jadi, aksesories/zipper/button/belt dan produk Industri Nonwoven.

Project Director PeragaExpo selaku penyelenggara pameran, Paul Kingsen mengatakan, pameran yang telah berlangsung selama 16 tahun ini menjadi sarana bagi para stakeholder ITPT untuk berinteraksi berbagi informasi mengenai perkembangan teknologi maupun bisnis ITPT, serta mengkaji peluang berinvestasi dan kerja sama.

"Optimisme pertumbuhan ITPT menjadi pendorong utama diselenggarakannya pameran ITPT bertaraf internasional Indo IntertexInatex 2018," kata Paul dalam keterangan yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, dengan populasi penduduk 250 juta orang, industri tekstil dan garmen saat ini menjadi industri strategis bagi perekonomian Indonesia. Sektor manufaktur terbesar ketiga di Indonesia dan menjadi salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai USD 12,4 miliar pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar USD 11,8 miliar.

Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 sebesar USD 15 miliar.

Permintaan tekstil yang tinggi dari Asia Tenggara dan Timur Tengah adalah faktor yang menentukan dalam pencapaian target.

Industri tekstil di Indonesia mempunyai potensi dalam mencapai pertumbuhan yang stabil dengan iklim bisnis yang lebih baik dan lebih ramah bagi investor.

Peningkatan daya saing global dalam industri garmen dan tekstil menyiratkan bahwa perusahaan lokal harus meningkatkan mesin yang sudah ada dan mengganti dengan mesin baru guna memotong biaya dan meningkatkan hasil produksi.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved