Karyawan Alexis Tanggapi Negatif Tawaran Sandiaga Soal Program OKE OCE

Tawaran program OK OCE yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ditanggapi negatif oleh sejumlah karyawan Alexis.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Nurmansyah, mantan karyawan Alexis yang mengaku sebagai supervisor 4 Play karaoke, Kamis (29/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Tawaran program OK OCE yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ditanggapi negatif oleh sejumlah karyawan Alexis setelah tempat mereka bekerja resmi ditutup.

Nurmansyah mengakui ada temannya yang mencoba peruntungan dengan mengikuti program OK OCE yang bergerak di bidang kewirausahaan tapi tak semudah seperti yang diomongkan Pemprov DKI Jakarta.

Mantan supervisor karaoke itu mengatakan ia dan teman-temannya tak memiliki keterampilan dan modal seperti yang dibutuhkan mereka yang ingin gabung OKE OCE.

"OK OCE itu omong kosong. Ada rekan saya yang mencoba, sedangkan bisnis itu butuh keterampilan dan modal. Tapi kita di sini enggak punya hal itu," kata Nurmansyah kepada wartawan di depan Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (29/3/2018).

Hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum bernegosiasi sama sekali dengan mantan karyawan Alexis perihal pekerjaan mereka ke depannya.

"Dari perusahaan kami sudah dapat hak kami, kompensasi, pesangon, gaji terakhir, bahkan uang THR kami sudah diberikan," ungkap dia.

Nurmansyah menuntut Pemprov DKI Jakarta mencarikan win-win solution dengan mantan karyawan Alexis.

"Jadi dia harus cari win-win solution buat kami, bagaimana kelangsungan hidup karyawan," tambah Nurmansyah.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengimbau mantan pegawai Alexis bergabung dalam program OK OCE milik Pemprov DKI Jakarta.

"Bisa gabung (Ok Oce), kita akan bantu juga, ya, sekarang saya aktif, saya sampaikan silakan mendaftar," ujar Sandi ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Sandi pernah mengingatkan karyawan Alexis bahwa Pemprov DKI bersedia menyalurkan mereka ke tempat kerja yang lain.

"Kemarin dari semenjak memulai pembincaraan di publik ini sampai sekarang, belum ada yang mendaftar," ungkap Sandi.

Sandi menuturkan, mantan karyawan Alexis juga dapat mencari kerja lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta.

Dikatakan dia, Pemprov DKI Jakarta tidak ingin mantan pegawai Alexis menganggur.

"Karena kita tidak mau ada yang kehilangan pekerjaan," ucap Sandi.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved