Pelaut Sering Beli Daging Babi, Ini Alasannya

Jika perorangan atau restoran biasanya membeli maksimal puluhan kilogram, pelaut yang akan berlayar sering membeli hingga ratusan kilogram.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Daging babi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pembeli daging babi di Pasar Koja Baru bervariasi, mulai dari perorangan, restoran, sampai pelaut yang ingin berlayar.

Jika perorangan atau restoran biasanya membeli maksimal puluhan kilogram, pelaut yang akan berlayar sering membeli hingga ratusan kilogram.

Baca: Pembeli Bertambah Saat Libur Paskah, Harga Daging Babi di Pasar Koja Stabil

Hal tersebut diungkapkan Iwan, salah seorang pedagang daging babi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara.

"Iya yang beli ke sini itu restoran, pribadi semuanya. (Orang) kapal banyak juga beli di sini," ungkap Iwan kepada TribunJakarta.com, Sabtu (31/3/2018).

Lantaran jangka waktu melaut bisa sampai berbulan-bulan, pelaut yang membeli daging babi di Pasar Koja umumnya membeli banyak untuk stok.

Baca: Diteriaki Ganti Presiden, Anies Baswedan Berhenti Pidato Lalu Ucapkan Ini

Iwan mengaku para pelaut bahkan bisa memesan sampai enam kwintal sekali beli.

"Kapal ada banyak juga beli di sini. Kapal biasanya beli satu kwintal gitu. Lebih kadang kalau kapalnya besar bisa sampai 500 atau 600 kilo. Ya buat itu, buat berlayar, kan berbulan-bulan di laut," terang dia.

Sementara itu, pedagang babi di Pasar Koja Baru terpusat di lantai dua.

Jumlah mereka mencapai 18 orang pedagang.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved