Liga Inggris

Chelsea vs Tottenham: Duel Dua False Nine  

Pertandingan antara Chelsea kontra Tottenham Hotspur akhir pekan ini bukan sekedar laga memperebutkan posisi ke-4 di klasemen Liga Premier.

Penulis: Dodi Esvandi | Editor: Dodi Esvandi
AFP
Duel antara Chelsea melawan Tottenham Hotspur akan jadi pentas adu ketajaman dua pemain berstatus 'false nine'; Eden Hazard di kubu Chelsea, serta Son Heung-min di sisi Spurs. 

TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan antara Chelsea kontra Tottenham Hotspur akhir pekan ini bukan sekedar laga memperebutkan posisi ke-4 di klasemen Liga Premier. Pertandingan ini juga akan jadi pentas adu ketajaman dua pemain berstatus 'false nine'; Eden Hazard di kubu Chelsea, serta Son Heung-min di sisi Spurs.

Meski sama-sama pernah menjadi ujung tombak di musim ini, nasib Hazard dan Son di timnya masing-masing sangat berbeda. Di Chelsea, Hazard kesulitan bermain sebagai false nine. Hal itu karena sistem permainan dari 'The Blues' itu sendiri.

Alih-alih dibiarkan bermain sebagai seorang false nine pada umumnya --turun ke lini kedua dan membuka ruang untuk pemain lainnya--, Hazard malah diperlakukan selayaknya target man. Ketika ia diplot sebagai pemain terdepan, para pemain Chelsea justru sering melancarkan umpan lambung dalam membangun serangan. Tentunya, ini merepotkan Hazard yang posturnya tak sekokoh Alvaro Morata ataupun Olivier Giroud.

Hazard sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan di posisi mana dia dimainkan oleh sang pelatih Antonio Conte. Bagi pemain berusia 27 tahun tersebut, yang penting dia ada di lapangan dan tampil. “Bermain sebagai pemain posisi sembilan atau sepuluh bukan masalah. Bahkan, seandainya saya diminta oleh pelatih jadi bek kiri sekalipun, saya bersedia,” kata Hazard kepada Sky Sports. “Saya akan memberikan semuanya di lapangan untuk tim,” tambah Hazard.

Sebaliknya dengan Son, ia justru tampak nyaman sekali ketika bermain sebagai false nine. Beberapa waktu lalu ketika laga Spurs melawan Bournemouth di Dean Court baru berjalan 34 menit, striker andalan mereka, Harry Kane harus ditarik keluar akibat cedera.

Alih-alih memasang Fernando Llorente sebagai penggantinya, arsitek The Lilywhites, Mauricio Pochettino justru menunjuk Son – yang notabene adalah winger – untuk menggantikannya.

Beruntung bagi Son, ia tak mengalami kesulitan berarti saat bermain di posisi ini karena Spurs mengandalkan umpan-umpan pendek. Selain itu, pemain berkebangsaan Korea Selatan itu juga dipersilakan untuk bergerak bebas dengan tujuan untuk membuat lini belakang The Cherries ketar-ketir.

Alhasil, ketika laga berjalan 62 menit, Son mencetak gol perdananya setelah memanfaatkan umpan dari Dele Alli. Son memang tampil gemilang. Gol keduanya dicetak setelah berhasil mengonversikan umpan Christian Eriksen. Spurs menang 4-1 pada hari itu.

Dengan penampilan Llorente yang tak begitu apik, bukannya tak mungkin Son akan dipasang lagi sebagai false nine ketika Spurs bersua Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (1/4/2018).

Sementara bagi Hazard, sudah jelas bahwa ia takkan diposisikan sebagai false nine lagi oleh Antonio Conte. Apalagi jika melihat di pertandingan sebelumnya melawan Leicester City, ia kembali diposisikan sebagai gelandang serang dan pos striker diisi oleh Alvaro Morata. Di laga itu, Chelsea berhasil menang 2-1.

Bagi Chelsea, kemenangan atas Spurs di pertandingan ini akan sangat krusial bagi nasib mereka musim ini. Jika menang, asa masuk ke posisi empat besar terus membesar. “Pertandingan ini adalah periode penentuan buat Antonio Conte. Kalau menang, Chelsea bisa memangkas margin menjadi dua sambil berharap Spurs terjegal,” tutur legenda Chelsea Dennis Wise kepada Sky Sports.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved