Potensi Wisata Sungai Ciliwung Tercemar Sampah dan Limbah Pabrik Tahu

Potensi Sungai Ciliwung sebagai destinasi wisata berbanding terbalik karena penuh sampah dan kondisi airnya tercemar limbat pabrik tahu.

Editor: Y Gustaman
Istimewa
Prof.Dr.H.Dailami Firdaus, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, saat blusukan memantau Sungai Ciliwung beberapa waktu lalu. 

Oleh: Prof.Dr.H.Dailami Firdaus, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta dan Inisiator Condet Punya Potensi

TRIBUNJAKARTA.COM, CILIWUNG - Potensi Sungai Ciliwung luar biasa untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata di Kota Jakarta.

Sayang, potensi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi Sungai Ciliwung saat ini yang masih dipenuhi sampah, diperparah karena airnya tercemar akibat limbah industri tahu.

Seharusnya, para pemilik industri tahu memiliki IPAL komunal agar limbah yang dialirkan ke Sungai Ciliwung aman dan tidak menimbulkan bau dan minyak.

Harus ada tindakan tegas dari dinas terkait terutama lingkungan hidup, saya melihat ini seperti pembiaran, disatu sisi mereka melaporkan keberhasilan namun di sisi lain sebenarnya masih jauh dari kata berhasil.

Ingat, Ciliwung adalah sejarah bukan hanya sekadar sungai yang melintas saja.

Menurut cerita para tokoh dan orangtua dulu, Sungai Ciliwung memiliki nilai sejarah tinggi.

Saat ini saya bersama seluruh masyarakat Ciliwung terutama diwilayah Condet sedang berupaya membangun destinasi wisata dan budaya, terutama memperlihatkan potensi Ciliwung.

Namun melihat bagaimana industri industri tahu membuang limbah langsung ke Sungai Ciliwung saya sangat miris, ini jelas terjadi pembiaran.

Saya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup harus memberi sanksi kepada pengusaha pengusaha nakal yang membuang limbah di aliran Sungai Ciliwung tanpa melalui proses sterilisasi dahulu.

Kalau perlu sanksinya berupaa penutupan usaha agar menjadi efek jera.

Jangan laporan yang bagusnya saja, yang tidak bagus harus dilaporkan juga agar dapat dicarikan solusi secara bersama sama.

Saya berharap seluruh elemen masyarakat bersatu bahu membahu untuk mengembalikan Ciliwung seperti dahulu.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved