dr Terawan Ahli Cuci Otak Dipecat IDI: Kiprahnya Obati Benny Panjaitan Hingga Jawaban Disebut Dukun

"Itu lah yang menyebabkan yang tidak bisa berbicara tiba-tiba bisa berbicara dan yang buta kemudian melihat," kata terawan.

Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
cek and ricek
Terawan Agus Putranto 

TRIBUNJAKARTA.COM- Dunia kedokteran heboh terkait beredarnya kabar pemecatan Mayor Jenderal Dr dr Terawan Agus Putranto karena dianggap menyalahi kode etik.

Terawan adalah kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Terawan dipecat dari IDI karena metode cuci otak atau brain flushing yang dilakukannya dipersoalkan.

Berikut adalah rangkuman TribunJakarta.com terkait kisah dr Terawan.

1. Metode Cuci Otak

Metode 'cuci otak' yang diterapkan dokter Terawan bagi penderita stroke menjadi masalah dan membuat IDI meradang sampai memecatnya.

Masalah jadi berlarut-larut lantaran Kepala RSPAD dan anggota tim dokter Presiden itu enggan menanggapi undangan pemeriksaan terhadap praktik 'cuci otak' itu ke rekan sejawatnya di IDI.

Ditupi dari ceknricek.com, IDI menilai penerima Bintang Mahaputera Naraya itu tidak terbuka dan selalu tak mau memberikan penjelasan di forum ilmiah kepada sesama sejawat kedokteran.

Padahal ada kecemasan akan keamanan dan risiko terapi itu bagi pasien.

Dokter Terawan menjelaskan metode 'cuci otak' itu secara ringkas sebenarnya adalah memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke.

Ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah di area otak.

Penyumbatan dapat mengakibatkan aliran darah ke otak bisa macet. Jika ini terjadi, saraf tubuh tidak bisa bekerja dengan baik.

Kondisi inilah yang terjadi pada pasien stroke. Sumbatan itu lewat metode DSA kemudian dibersihkan sehingga pembuluh darah kembali bersih dan aliran darah pun normal kembali.

Bagaimana caranya membersihkan sumbatan? Ada pelbagai cara. Mulai dari pemasangan balon di jaringan otak (transcranial LED), yang kemudian dibantu terapi. Hasilnya diakui cukup bagus.

Selain itu, ada juga cara lain memasukkan cairan Heparin yang bisa memberi pengaruh pada pembuluh darah. Cairan itu juga menimbulkan efek anti pembekuan darah di pembuluh darah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved