Pemecatan Dokter Terawan
Pernah Jadi Pasien, Aburizal Bakrie Berharap KSAD Izinkan dr Terawan Membela Diri
Padahal menurutnya dengan metode yang dilakukan telah menolong, mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke.
Penulis: Wahyu Aji | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) angkat bicara soal pemecatan dr Terawan Agus Putranto, dokter ahli sekaligus Kepada RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.
Dokter Terawan dipecat atau diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lantaran dianggap melanggar etik.
ARB mengatakan metode 'cuci otak' yang menjadi unggulan Terawan dipermasalahkan.
Padahal menurutnya dengan metode yang dilakukan telah menolong, mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke.
"Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh atau pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan," tulis ARB lewat akun Instagramnya @aburizalbakrie, Selasa (3/4/2018).
IDI mempermasalahkan metode 'cuci otak' yang diterapkan dokter Terawan bagi penderita stroke.
Masalah menjadi berlarut-larut ketika Kepala RSPAD itu enggan menanggapi undangan pemeriksaan terhadap praktik 'cuci otak' ke rekan sejawatnya di IDI.
Metode 'cuci otak' besutan dokter Terawan itu sempat ia sertakan dalam studi doktoratnya.
"Inilah mengapa saya perlu ikut membela dia. Orang yang dengki terhadap keberhasilan orang lain, adalah orang yang tak pandai mensyukuri, bahwa Allah telah memberikan kelebihan pada siapapun yang dikehendakinya. Mudah-mudahan KSAD sebagai atasannya dapat mengijinkan dr Terawan membela diri. #SaveDokterTerawan," kata ARB.
Metode yang biasa disebut brain flushing itu tertuang dalam disertasinya bertajuk 'Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis'.
Tentu saja, metode tersebut mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran.
Namun, dokter Terawan mampu membuktikannya.
Terbukti, pasiennya bisa sembuh dari stroke selang 4 sampai 5 jam pasca operasi.
Pujian dan penghargaan berdatangan kepadanya.
Bahkan, cukup banyak tokoh sudah mencoba metode DSA itu.
Seperti, mantan Wapres Try Sutrisno, mantan kepada BNN Hendropriyono, tokoh pers Dahlan Iskan dan isteri serta figur publik lainnya.
Beberapa pasiennya pun juga merasa kagum dengan sosok dokter tersebut.
Salah seorang pasiennya, Bambang Kuncoro mengatakan bahwa kepribadian dokter Terawan sangat luar biasa.
"Ini dokter yang kepribadiannya luar biasa. Dia tidak pernah mikirin dirinya sendiri," kata Bambang.
Bahkan, Bambang kagum ketika melihat dokter Terawan lebih memprioritaskan pasien daripada kesehatannya sendiri.
Banyak yang kagum, tetapi banyak juga yang kontra.
Paling keras menolak adalah Prof DR dr Hasan Machfoed, ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi).
Ia menilai ada salah kaprah dalam menerapkan metode 'cuci otak' seperti yang dilakukan Terawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/airlangga-hartarto_20180203_201045.jpg)