Punya Peran Berbeda, Ini Tuntutan Enam Terdakwa Kasus Pembakaran Maling Ampli di Bekasi

"Berdasarkan fakta di persidangan dengan agenda tuntutan, keenam terdakwa dituntut pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan,"

Punya Peran Berbeda, Ini Tuntutan Enam Terdakwa Kasus Pembakaran Maling Ampli di Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Situasi persidangan pembacaan tuntutan Kasus Pembakaran Maling Ampli di Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Peristiwa main hakim sendiri yang menimpa Muhammad Al Zahra alias Zoya (30), pria yang tewas setelah dihakimi massa dan dibakar akibat mencuri Amplifier Musolah Al-Hidayah kampung cabang empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian publik.

Kini, peristiwa yang terjadi pada 1 Agustus 2017 itu, telah sampai pada tahap persidangan pembacaan tuntutan terhadap enam tersangka yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Selasa (3/4/2018).

Jakasa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Rosadi selama 12 tahun penjara, Najibulah 11 tahun penjara, Zulkahfi 11 tahun, Aldi 11 tahun, Subur 11 tahun, Karta 10 tahun.

"Berdasarkan fakta di persidangan dengan agenda tuntutan, keenam terdakwa dituntut pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan," kata JPU Muhammad Ibnu Fajar.

Baca: Dituntut 11 Tahun Penjara, Isak Tangis Warnai Sidang Kasus Pembakaran Maling Ampli di Bekasi

Baca: Masih Ingat Kasus Zoya yang Dibakar Massa? Sidang Keenam Pelakunya Masuk Tahap Penuntutan

Dia menambahkan, tuntutan itu juga merupakan hasil analisa alat bukti yang menjelaskan bahwa para terdakwa memiliki peran melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan meninggal dunia.

"Persidangan ini pembelajaran bagi kita bahwa negara hukum tidak dibolehkan main hakim sendiri. Agar ini diawasi diamati sampai dengan putusan nantinya," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved