Breaking News:

Curhat Korban Abu Tours Tak Kunjung Berangkat Umrah Berujung Lapor ke Polresta Solo

Ia pun mengungkap cerita dibalik penyesalannya memilih biro jasa umrah berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan itu.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Korban Abu Tours Cabang Solo Muhammad Dahlan Muladi (kanan) usai pemeriksaan oleh Kanit IV Satreskrim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto (kiri), Mapolresta Solo, Rabu (4/4/2018) siang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SOLO - Muhammad Dahlan Muladi, Warga Sragen, menjadi korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan PT Amanah Bersama Umat Abu Tours kantor cabang Solo.

Ia pun mengungkap cerita dibalik penyesalannya memilih biro jasa umrah berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Baca: Miras Oplosan di Jagakarsa Tewaskan Warga: Racikan, Curhat Ibu Korban dan Kesaksian Ketua RT

Mewakili 21 korban lain, ia melaporkan Abu Tours kantor cabang yang beralamat di Jl Adisucipto Nomor 113 B, Karangasem, Laweyan, itu ke Polresta Solo pada 25 Februari 2018 lalu.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan penyidik Satreskrim Polresta Solo, Dahlan mengaku masih kesal.

"Saya itu sudah pesimis (berangkat umrah) ketika jadwal keberangkatan di reschedule (atur ulang)," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (4/4/2018) siang.

Dia mengutarakan, manajemen Abu Tours cabang Solo awalnya mengatur jadwal keberangkatan pada Januari.

Namun diundur 10 Februari 2018, hingga terskhir diatur ulang 16 Februari 2018.

Baca: Polisi Sebut Ada Kemungkinan Tio Pakusadewo Jadi Duta Antinarkoba

"Lalu timbullah lagi maklumat calon jemaah wajib membayar Rp 5 juta jika tak bisa mengajak dua orang calon jemaah untuk mendaftar," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved