Tewas Tenggak Miras
Khawatir Miras Oplosan Ginseng, Begini Tanggapan Warga Duren Sawit
Sebanyak 7 dari 13 korban tidak dapat tertolong, sedangkan sisanya sedang dalam perawatan pihak rumah sakit.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Minuman keras (miras) oplosan jenis 'Ginseng' memakan 13 korban yang dirujuk ke Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Sebanyak 7 dari 13 korban tidak dapat tertolong, sedangkan sisanya sedang dalam perawatan pihak rumah sakit.
Kabar maraknya miras oplosan yang beredar di masyarakat turut membuat warga Duren Sawit khawatir minuman haram tersebut dikonsumsi buah hatinya.
Baca: Geger Miras Oplosan di Jakarta, Depok dan Bekasi, Total Sementara 31 Orang Tewas
Satu diantaranya adalah Rosidah, warga Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Seram sekali peredarannya. Di berita bilang jualnya di motor. Takutnya anak saya kira itu jus, dan keminum kan berbahaya," ujar Rosidah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018).
Pendapat serupa juga diutarakan Ardhan, warga sekitar kebun kosong di Jalan Raden Inten 1, Duren Sawit yang ditenggarai menjadi tempat pesta miras oplosan beberapa pemuda.
Baca: Istri Nekat, Hartono Korban Kebakaran Taman Kota Bisa Kerja di Rumah Dinas Gubernur DKI
Ia merasa heran sekaligus khawatir mengenai pergaulan anak muda pada zaman sekarang yang dengan mudahnya meminum barang haram tersebut.
"Berita tentang korban meninggal oplosan (miras oplosan) dari dulu sudah banyak, mereka tidak takut apa. Heran saya melihat kasus ini," ujar Ardhan.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah korban akibat miras oplosan jenis gingseng terus meningkat.
Total 31 korban meninggal dalam tiga hari terakhir sejak hari Senin, (2/4/2018).
Dengan rincian Bekasi sebanyak 7 korban, Depok, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sebanyak 8 korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/miras_20180405_143432.jpg)