Warga yang Lewat Kalimalang Sudah Biasa dengan Debu Proyek Tol Becakayu
Namun sepertinya, debu tampak menjadi sahabat bagi warga yang berada di sekitaran proyek jalan Tol Becakayu.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribubJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK KELAPA - Langit gelap tanda malam akan datang mulai menghiasi sepanjang jalan K.H Noer Ali, Kalimalang yang merupakan lokasi pembangunan proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
Proyek jalan tol yang kembali dimulai pembangunannya pada tahun 2014 tersebut tak dapat dipungkiri menghasilkan debu yang mengganggu setiap harinya.
Namun sepertinya, debu tampak menjadi sahabat bagi warga yang berada di sekitaran proyek jalan Tol Becakayu.
Warga sekitar mulai terbiasa dengan debu yang dihasilkan proyek pembangunan jalan tol, meski pada awalnya mereka mengaku tidak nyaman.
Baca: Fakta-fakta Baru Kecelakaan Tol Becakayu, Baut yang Dipasang Kurang
Baca: Dampak Lanjutan Kecelakaan Tol Becakayu, Proyek Sempat Dihentikan Sampai Pejabat Dirombak
"Udah biasa mas debu di sini. Awalnya sempet terganggu, batuk-batuk, tapi udah bukan hal yang dikeluhin lagi sekarang," ujar Muryati, warga sekitar Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (6/4/2018).
Meski mengganggu, baik pandangan atau pernapasan, debu dari proyek pembangunan jalan tol menjadi ladang rezeki bagi sebagian orang.
Contohnya adalah Yahya, seorang pedagang masker dan sarung tangan bagi pengendara motor yang melintasi Jalan K.H. Noer Ali.
"Udah lama jualan di sini, lumayan penghasilan yang masuk. Apalagi kalau pagi dan siang, banyak yang beli (masker), soalnya debu pada kemana-mana," ujar Yahya.
Pedagang makanan di pinggir jalan pembanguna proyek jalan tol juga sudah tahu cara mengantisipasi debu agar tidak mendekati dagangannya.
Kebanyakan mereka menggunakan plastik cukup kelambu cukup besar untuk menutupi dan kipas agar debu tak menempel di makanan dagangannya.
"Caranya biar debu tidak nempel, ditutupin pake plastik seperti ini. Terus di ruangan dikasih kipas, agar debu tidak masuk," ujar Laila, pemilik warung makan di pinggir Jalan K.H. Noer Ali.
Pada 3 November 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan Seksi IB dan IC Tol Becakayu ruas Cipinang Melayu - Jakasampurna bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Setelah peresmiannya, tol ini tidak dikenakan tarif selama dua pekan, setelah masa gratis tersebut berakhir ruas tol tersebut dikenakan tarif Rp14.000,00 untuk Golongan I.
Rencananya tol tersebut akan ditambah sepanjang 2 km dan akan diperpanjang hingga Tambun, Kabupaten Bekasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jalan-kalimalang_20180406_175352.jpg)