Ini Bedanya Penikmat dan Peminum Wine

Perbedaan tersebut terlihat dari cara meminum wine yang benar. Terutama dari cara mereka menghirup aroma dan merasakan rasa wine di mulut.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Tribunjakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Adfa Tarishi, staff purchasing toko Wine Cellar Mal Kelapa Gading yang ditemui TribunJakarta.com di Wine Expo Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) Kelapa Gading, Jumat (6/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Ternyata ada perbedaan tersendiri yang dapat terlihat antara penikmat dan peminum wine.

Perbedaan tersebut terlihat dari cara meminum wine yang benar, berbeda antara orang yang sekedar meminum dengan orang yang benar-benar mengerti tentang seluk beluk wine.

Hal tersebut dijelaskan Adfa Tarishi, staff purchasing toko Wine Cellar Mal Kelapa Gading yang ditemui TribunJakarta.com di Wine Expo Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) Kelapa Gading, Jumat (6/4/2018).

Baca: Jakarta Fashion and Food Festival Kelapa Gading Sediakan Wine Mulai Rp 300 Ribu hingga Rp 7 Juta

"Kalau peminum dia nggak bakalan dilihat dulu ini apa, ini apa, yang penting minum selesai. Kalau penikmat dilihat dulu tuh ini karakteristik winenya gimana, strong kah medium kah, atau low kah. Selain dilihat dihirup juga," kaga Adfa.

Adfa mengatakan cara meminum wine yang dilakukan penikmat wine sangat mendetil.

Terutama dari cara mereka menghirup aroma dan merasakan rasa wine di mulut.

Tenuta Di Trinoro, wine seharga Rp 7 juta di Wine Expo JFFF Kelapa Gading, Jumat (6/4/2018).
Tenuta Di Trinoro, wine seharga Rp 7 juta di Wine Expo JFFF Kelapa Gading, Jumat (6/4/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Semakin ditempel hidung sama mulut gelas semakin rendah dari karakter winenya itu semakin strong. Justru yang strong itu menghirupnya jauh ada sekitar 15 cm dari mulut gelas ada yg udah kecium. Nah itu keliatan itu aromanya strong terus karakternya yg full body," kata Adfa.

"Kalau cara meminumnya penikmat dia winenya pas di mulut itu disebar biar kerasa ke semua bagian mulut," tambahnya.

Sementara itu, produk wine yang dijual di Wine Expo JFFF merupakan produk lokal dan impor.

Adfa menjelaskan, perkembangan produk wine lokal yang kebanyakan produksi Bali sudah mulai beranjak baik.

Pasalnya, sudah banyak wine produksi lokal yang diekspor ke luar negeri.

"Udah cukup baik bahkan ada beberapa jenis wine yang diekspor juga ke luar contohnya ke Australia dari Bali sudah mampu bersaing," kata Adfa.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved