Bos Yamaha MotoGP Geram: Kami Tidak Bisa Terima Aksi Marquez

Manajer Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, tidak terima dengan ulah Marc Marquez yang menyebabkan pebalapnya, Valentino Rossi terjatuh

Tayang:
Editor: ade mayasanto
MotoGP
Bos Yamaha, Lin Jarvis (kiri), berbicara pada konferensi pers jepang GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Kamis (21/4/2016). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Manajer Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, tidak terima dengan ulah Marc Marquez (Repsol Honda) yang menyebabkan pebalapnya, Valentino Rossi, terjatuh pada seri balap kedua MotoGP di Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (8/4/2018) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Saat bertarung dengan Rossi untuk posisi keenam, Marquez membuat manuver secara agresif di tikungan 13.

Pergerakan Marquez tersebut mendorong Rossi keluar trek hingga The Doctor terjatuh akibat ban motornya menyentuh bagian rerumputan di pinggir trek.

Insiden tersebut membuat Marquez terkena penalti 30 detik karena dianggap mengendarai motor secara ugal-ugalan atau irresponsible riding.

Aksi pebalap Repsol Honda tersebut membuat Lin Jarvis merasa geram.

"Sebagai tim, kami tidak bisa menerima aksi yang dilakukan oleh Marquez," kata Jarvis dilansirBolasport.com mengutip Motorsport.

"Apa yang dia (Marquez) lakukan sebanyak dua kali di balapan tidak bisa diterima. Pertama dengan Aleix Espargaro, lalu dengan Valentino (Rossi), yang berisiko mencederai (pebalap) dan kehilangan banyak poin," ucap Jarvis menambahkan.

Jarvis menerangkan bahwa dia dan tim sudah pergi ke Race Direction untuk memperjelas pendapat mereka mengenai hal tersebut.

Saat ini tim Yamaha MotoGP sedang menunggu keputusan race direction dan FIM (Federasi Internasional Sepeda Motor).

Selain itu Lin Jarvis merasa bahwa pihak Race Direction dan FIM seharusnya melakukan lebih dari sekadar memberikan penalti 30 detik kepada Marc Marquez.

Tonton juga:

Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez bikin ulah pada seri balap MotoGP di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (8/4/2018) kemarin.

Kali ini sang pebalap mendapat sorotan bukan karena prestasi atau manuver menakjubkan, melainkan karena berbagai ulah yang dilakukannya.

Dilansir BolaSport.com, Marc Marquez tercatat mendapat hukuman sebanyak dua kali pada balapan GP Argentina musim ini.

Dua hukuman tersebut menggagalkan usaha Marquez untuk membalas kekalahan yang dideritanya pada seri balap sebelumnya.

Berikut rangkuman tiga ulah Marc Marquez pada balapan GP Argentina kali ini.

1. Tidak Mematuhi Instruksi Race Director

Setelah melakukan lap pemanasan bersama pebalap lainnya, motor Honda RC213 yang ditunggangi Marquez tiba-tiba mogok.

Sontak Marquez kaget dan langsung mendorong motornya demi menyalakan mesin tunggangannya.

Saat motornya mati, pihak panitia sudah mengarahkan Marquez untuk pergi ke pit.

Sesuai regulasi kejuaraan, pebalap yang mengalami mogok ketika balapan akan dimulai harus start dari pitlane.

Namun Marquez bandel dan tetap berada di dalam barisan pebalap saat balapan dimulai.

Ulah The Baby Alien tersebut membuatnya mendapat penalti untuk masuk ke pitlane di tengah balapan.

Alhasil Marquez yang awalnya berada di posisi terdepan, harus memulai kembali perjuangannya dari urutan ke-20.

Tonton juga:

2. Bersenggolan dengan Aleix Espargaro

Setelah posisinya melorot ke urutan paling belakang, Marc Marquez semakin bernafsu untuk memperbaiki posisinya.

Hasilnya, sang pebalap beberapa kali mencetak waktu lap tercepat dan terus memperbaiki posisinya.

Namun pada lap ke-12 Marquez kembali membuat ulah.

Kali ini dia menyenggol pebalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro, saat hendak menyalip rivalnya tersebut di tikungan 13.

Marquez sempat membuat gestur meminta maaf kepada Espargaro setelah membuat manuver berbahaya tersebut.

Akibat ulah tersebut, Marc Marquez mendapat penalti turun satu posisi pada balapan tersebut.

Baca: Pemecatan Dokter Terawan Dibatalkan IDI

3. Menjatuhkan Valentino Rossi

Setelah tampil trengginas pada lap-lap sebelumnya, Marc Marquez akhirnya mendekati grup pebalap terdepan.

Marquez bahkan berhasil menyalip Andrea Dovizioso (Ducati) untuk merebut posisi ketujuh sebelum mengincar Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang berada di depannya.

Berniat menyalip Rossi dari sisi dalam, Marc Marquez justru membuat kesalahan sehingga menyenggol Valentino Rossi yang berada di sampingnya.

Marquez yang melebar ikut mendorong Rossi keluar dari trek hingga membuat The Doctor terjatuh dari motornya.

Hal tersebut membuat Valentino Rossi terlempar jauh ke posisi belakang dan memulai kembali perjuangannya dari posisi ke-19.

Sementara Marquez finis di posisi kelima meski posisinya kembali melorot karena mendapat penalti 30 detik.

Marc Marquez dinyatakan finis di posisi ke-18 pada balapan tersebut dan tepat berada satu setrip di atas Valentino Rossi.

Cal Crutchlow Juara
Laga kedua musim MotoGP 2018 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, penuh dengan drama. Cal Crutchlow yang start diurutan ke-10 berhasil menjadi juara, Minggu (8/4/2018).

Hasil ini tak mudah didapatkan Crutchlow, dirinya harus bertarung dengan Johann Zarco, Alex Rins dan Jack Miller yang berada di baris terdepan. Kesalahan yang dilakukan Rins dan Miller, membuatnya melorot ke posisi tiga dan empat.

Posisi start cukup unik di mana Jack Miller tetap berada di posisi pole sementara semua pebalap lain harus memulai balap pada empat baris di belakang grid terdepan. Ini lantaran Miller bertahan disaat semua pebalap masuk ke pit untuk ganti ban, karena informasi cuaca.

Lampu hijau menyala, pebalap yang start di belakang grid lagsung menyodok ke depan merapat ke Jack Miller. Tak berlansung lama Marc Marquez sudah berhasil masuk ke posisi ketiga dan kedua menyalip Dani Pedrosa di lap pertama, padahal Marquez start di posisi keenam.

Tonton juga:

Tragedi di lap pertama Dani Pedrosa harus mengalami crash highside, terlalu cepat dirinya keluar trek. Sudah dua tahun berturut-turut Pedrosa tak berhasil menyelesaikan balap di Argentina.

Drama lanjutan pada GP Argentina kemudian terjadi karena Marquez harus menerima penalti ride through masuk ke pit, sebelum masuk lagi ke trek.

Motor Marc Marquez yang mati tiba-tiba saat balapan mau dimulai jadi penyebabnya. Kondis ini membuat Marquez harus melorot di urutan ke-19, tapi dirinya berhasil merangsek dan finis di posisi kelima.

Agresivitas Marc Marquez justru semakin menjadi, karena harus bersiteru dengan beberapa pebalap di depannya, seperti Pol Espagaro, Thomas Luthi, Franco Morbidelli, sampai akhirnya bersenggolan dengan Valentino Rossi dan mengakibatkan The Dotcor tersungkur di lintasan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved