Keluarga Korban Meninggal di Diskotek Sawah Besar Tolak Diotopsi 

"Kami menerima kematian keluarga saya ini sebagai kematian yang wajar," kata Mirzal.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR  - Keluarga almarhum Sudirman (47) yang ditemukan tewas di Diskotek Mangga Besar pada Minggu (1/4/2018) menolak dilakukan otopsi.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana saat dikonfirmasi.

"Kalaupun memang ada dugaan meninggalnya tidak wajar kami akan melakukan otopsi, tapi pihak keluarga tidak setuju untuk diotopsi. Pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, kita sudah katakan kalau SOP-nya harus dilakukan otopsi," kata Mirzal kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Ia mengatakan bila keluarga korban telah menerima kematian almarhum sebagai kematian yang wajar.

"Kami menerima kematian keluarga saya ini sebagai kematian yang wajar," kata Mirzal.

Karenanya jenazah Sudirman hanya dilakukan visum untuk mengetahui apakah mengalami kekerasan atau tidak.

Namun setelah dilakukan visum, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada jasad Sudirman.

"Hanya benturan di kepala pada saat korban terjatuh. Ada benjolan. Saat tidak sadarkan diri dia lalu dibawa ke rumah sakit, lalu meninggal. Jadi meninggalnya di rumah sakit, bukan diskotek," paparnya.

Mirzal menjelaskan bila korban tiba di diskotek sekitar pukul 05.00 WIB, dan hanya berada sekitar satu jam di diskotek.

Ia menduga korban mengalami benturan di kepala karena diduga sedang dalam kondisi tidak fit ketika datang ke diskotek.

Mengenai kabar adanya peredaran narkoba di diskotek, Mirzal mengatakan bila kepolisian akan melakukan penyelidikan.

"Kami akan mendalami, kami akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap dugaan peredaran narkoba," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved