Breaking News:

Terbukti Secara Sah dan Meyakinkan, Terdakwa Pembunuh Sadis Bidan Dituntut Mati

Tuntutan JPU itu telah terbukti secara hukum dan meyakinkan, bahwa Hamdani Rusli telah membunuh secara berencana istrinya

Editor: Erik Sinaga
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Hamdani Rusli (46), terdakwa pembunuh bidan yang merupakan istrinya sendiri, digiring petugas untuk keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Sigli, Senin (9/4/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, SIGLI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, menuntut Hamdani Rusli (46), terdakwa pembunuh bidan dengan hukuman mati pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Senin (9/4/).

Tuntutan JPU itu telah terbukti secara hukum dan meyakinkan, bahwa Hamdani Rusli telah membunuh secara berencana istrinya, Nursiah binti Ibrahim (43) bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen.

Nursiah dihabisi Hamdani secara sadis menggunakan pisau dan parang di rumah mertuanya, Rusli di Gampong Beulangong Basah, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur.

Tuntutan itu dikuatkan dengan keterangan sembilan saksi dan pengakuan terdakwa sendiri. Juga adanya barang bukti (BB) sebilah parang dan satu pisau serta baju plus celana berlumuran darah milik terdakwa.

Kecuali itu, baju seragam putih berlumuran darah milik korban, rambut dan gelang emas milik korban yang ditemukan pihak kepolisian.

Menurut JPU, terdakwa telah melanggar pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dan pasal 365 ayat (3) tentang perampokan dengan menyakiti orang lain yang menyebabkan kematian.

Amatan Serambi di persidangan, terdakwa Hamdani Rusli mengenakan baju rompi tahanan warna orange digiring petugas ke ruang sidang sekitar pukul 11.25 WIB.
Dalam sidang itu terdakwa didampingi penasihat hukum Sanusi Hamzah SH.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan digelar JPU sekitar pukul 11.40 WIB dengan majelis hakim Budi Sunanda SH MH (hakim ketua), didampingi Zainal Hasan SH MH Samsul Maidi SH MH masing-masing sebagai hakim anggota.

Kursi di ruang sidang banyak tidak terisi. Keluarga almarhumah Nursiah binti Ibrahim turut hadir pada sidang tersebut.

Sejumlah polisi bersenjata laras panjang tampak mengawal persidangan tersebut. Sidang juga dipantau Kajari Pidie, Efendi SH MH.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved