Wamenlu ke San Marino, Minta Dukungan Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Begini Kisahnya

Sebelum diterima Dwi Kepala Negara, Wamenlu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri San Marino, Nicola Renzi.

Wamenlu ke San Marino, Minta Dukungan Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Begini Kisahnya
DOKUMENTASI KBRI ROMA
Wakil Menteri Luar Negeri RI, DR. A.M. Fachir menyampaikan secara langsung surat Presiden RI terkait pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 kepada Dwi Kepala Negara San Marino, Stefano Palmieri dan Matteo Ciacci, di City of Marino. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia A.M Fachir berkunjung ke San Marno guna meminta dukungan untuk Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Dalam kunjungannya itu, dirinya menyampaikan surat Presiden RI terkait pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 kepada Dwi Kepala Negara San Marino, Stefano Palmieri dan Matteo Ciacci.

"Indonesia senantiasa dan akan selalu berkomitmen terhadap pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional sesuai amanat konstitusi," demikian ungkap Fachir mengutip pesan Presiden Joko Widodo.

Dalam siaran pers KBRI Roma yang diterima Kompas.com, Kamis (12/4/2018) disebutkan, Dwi Kepala Negara San Marino menyampaikan apresiasi atas kunjungan Fachir.

Baca: Putra Daerah Bali Ini Punya 16 Mobil dengan Puluhan Miliar, Raffi Ahmad Mah Kalah

Dia pun menyampaikan pertimbangan positif San Marino terkait pencalonan Indonesia tersebut.

Dwi Kepala Negara San Marino juga mengakui persamaan nilai-nilai yang dimiliki kedua negara.

Mereka pun mengapresiasi peran dan kontribusi Indonesia dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik di dunia.

Sebelum diterima Dwi Kepala Negara, Wamenlu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri San Marino, Nicola Renzi.

Dalam kesempatan tersebut Fachir apresiasi pertimbangan Republik San Marino untuk menempatkan Kedutaan Besar di Jakarta sebagai pintu masuk ke Asia Tenggara.

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved