Harus Berhadapan dengan Ular Ganas, Pria Ini Mengklaim Dagangannya Berkhasiat Bagi Kesehatan

Pasalnya, para teman-temannya itu harus menelusuri rawa-rawa di kawasan Tangerang untuk mendapatkan hewan tersebut.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ilusi Insiroh
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Doso, penjual ikan gabus dan belut di Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Deretan belut dan ikan gabus tampak menggantung di sisi Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Belut dan ikan gabus itu merupakan barang dagangan yang dijual oleh Doso (40).

Sudah lima tahun, pria asal Bandung, Jawa barat ini berjualan dua hewan tersebut.

Baca: Diminta Tolong Angkat Galon, Pemuda Malah Perkosa Tetangga di Kebon Jeruk

Lokasinya pun berpindah-pindah. Dari mulai kawasan Tangerang sampai ke Kapuk seperti sekarang ini.

"Pindah-pindah aja dagangnya. Kalau diusir petigas ya saya pindah ke tempat lain," ujar Doso saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Minggu (15/4/2018).

‎Doso mendapatkan belut dan ikan gabus itu dari temannya yang merupakan pencari belut dan gabus di kawasan Tangerang, Banten.

"Ini gabus sama belut dari rawa semua," kata Doso.

Bapak tujuh anak ini bercerita kalau perjuangan untuk mendapatkan belut dan ikan gabus ini tidaklah mudah.

Pasalnya, para teman-temannya itu harus menelusuri rawa-rawa di kawasan Tangerang untuk mendapatkan hewan tersebut.

Tak jarang, mereka harus berhadapan dengan ular ganas sewaktu menelusuri rawa di malam hari.

Baca: Pamit Tinggal di Amerika, Jessica Iskandar Rubah Penampilan Hingga Tak di Kenali Netizen

Adapun kedua hewan itu didapatkan dengan cara disetrum.

‎"Susah ini dapetinnya. Apalagi kalau rawanya itu yang dalam ya, malah suka pada ketemu sama ular," kata Doso.

"Pernah teman saya pas lagi ngobak di rawa itu kepalanya udah hampir dicaplok ular. Untungnya dia nge‎hindar dan ularnya cuma ngelilit tangannya," sambung Doso.

Karenanya, Doso mengklaim ikan gabus dan belut yang dijualnya jauh lebih enak ketimbang yang dijual di pasar.

Terlebih, ia menyebut keduanya berkhasiat untuk kesehatan.

"Kalau belut itu buat nambah darah. Sedangkan kalau gabus bagus buat yang habis operasi. Kayak yang habis patah tulang makan gabus itu jadi cepat pulih lagi," ‎kata Doso.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved