Komunitas Lapak Pustaka Tangsel, Wisata Satu Hari Membaca Buku

Mereka memiliki tujuan mulia untuk menyadarkan dan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.

Komunitas Lapak Pustaka Tangsel, Wisata Satu Hari Membaca Buku
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kelompok pemuda anggota Lapak Pustaka, di Jalan Puspita Raya, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (15/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Di sudut Taman Kota I, Jalan Puspita Raya, Serpong, Tangerang Selatan, terlihat sejumlah anak muda dengan jajaran puluhan buku di depannya.

Mereka dari Lapak Pustaka, sebuah komunitas peduli literasi yang tergabung dari beberapa daerah, Jakarta, Tangerang Raya, Depok hingga Bogor.

Sejumlah anak muda tersebut mengungkapkan terbentuk atas kegelisahan yang sama, yaitu kegiatan yang menjemukan setelah kelas di kampusnya masing masing.

"Ya gelisah aja sih, kegiatan habis kelas gitu-gitu aja," ujar Bagus perwakilan Lapak Pustaka kepada TribunJakarta.com, Minggu (15/4/2018).

Baca: Bak di Hotel Berbintang, Begini Mewahnya Executive Lounge di Perpustakaan Nasional

Baca: Sambut Hari Kartini, Perpustakaan Nasional Gelar Nonton Film Gratis, Yuk Cek Jadwalnya

Mereka memiliki tujuan mulia untuk menyadarkan dan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.

Puluhan buku tersebut dijajakan untuk dibaca para pengunjung Taman Kota I secara gratis dari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB.

Selain menyediakan perpustakaan, Lapak Pustaka juga menyediakan panggung sederhana untuk menampilkan musikalisasi puisi, teaterikal, pembacaan puisi dan mendongeng. Selain itu juga ada lapak mewarnai dengan alat menggambar hasil donasi.

"Biar jadi wisata sehari baca buku. Menambah pengetahuan si pembaca," ujar Bagus.

Mereka menerima donasi berupa buku bacaan dan alat tulis.

Ke depannya Lapak Pustaka memiliki program enam bulanan untuk berkeliling sekolah di pelosok dan memberikan donasi beruma buku dan uang serta pembelajaran.

Ridho, salah satu pengunjung yang datang, mengatakan sudah tiga minggu datang ke "perpustakaan jalan" ini untuk membaca dan meminjam buku. Selain itu ia juga mendonasikan buku yang ia miliki.

"Sayang di rumah enggak dibaca," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved