Mulai Senin Besok, Ganjil Genap di Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang Diuji Coba

BPTJ juga sudah menyiapkan 14 bus di tol Janger bagi masyarakat yang kendaraannya tidak sesuai dengab aturan ganjil-genap.

Mulai Senin Besok, Ganjil Genap di Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang Diuji Coba
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan berlakukan uji coba sistem ganjil genap di tol Jagorawi dan Jakarta-Tangerang (Janger).

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan alasan diberlakukannya sistem ganjil genap di dua tol tersebut karena melihat keberhasilan penerapan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Bambang menjelaskan, alasan lainnya adalah dalam rangka penyelenggaraan Asian Games.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, di Mal Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Minggu (15/4/2018).
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, di Mal Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Minggu (15/4/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

Menurutnya, penerapan sistem ini diharapkan dapat menurunkan kemacetan sehingga bisa mencapai target jarak tempuh atlet ke lokasi-lokasi penyelenggaraan Asian Games dalam waktu 30 menit.

"Kita di Japek sudah implementasikan, hasilnya positif, nah itu alasan itulah kita adakan di tol Jagorawi dan tol Janger, itu alasan pertama," ujar Bambang kepada TribunJakarta.com, di Mal Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Minggu (15/4/2018).

Selain penerapan ganjil genap yang diterapkan dari pukul 06.00 sampai 09.00 WIB itu, untuk tol Jagorawi, akan diberlakukan juga jalur khusus bus di lajur satu.

"Alasan kedua adalah sebentar lagi kita akan menghadapi Asian Games. Di mana tantangan utamanya adalah justru di masalah transportasi," katanya.

Sedangkan di tol Janger, selain sistem ganjil-genap, juga akan diberlakukan lajur khusus bus dan pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V mulai dari Cikupa hingga Tomang (2 arah).

"Yang pertama adalah jalur khusus bus. Yang ke dua adalah pengaturan jalur angkutan berat. Karena truk ini salah satu, tapi tidak satu-satunya, salah satu penyebab kemacetan karena kecepatannya rendah sekali," kata Bambang.

"Kemudian paket ke tiga adalah kami terpaksa menerapkan sistem ganjil-genap di pintu tol Cikunir dua, Kunciran dua dan Tangerang dua, karena volumenya deras sekali tinggi sekali, sehingga jika dibiarkan akan menghambat," lanjutnya.

BPTJ juga sudah menyiapkan 14 bus di tol Janger bagi masyarakat yang kendaraannya tidak sesuai dengab aturan ganjil-genap.

"Dan kami akan hadir di tol Janger ini dengan 17 bus untuk uji coba nanti. Dari Royal Trans, PPD, Sinar Jaya. Hari ini Pak Menteri di Mall Alam Sutera akan melakukan flag off untuk bus tersebut," kata Bambang.

Sementara Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berharap program ini dapat berjalan baik dan berguna bagi bangsa.

"Harapan saya apa yang kita kakukan berjalan baik dan memberikan sesuatu kebersamaan, satu yang lebih baik bagi bangsa," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved