Minder Lantaran Namanya, Kentut Memilih Tak Lanjut Bersekolah
Kentut tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi lantaran malu mengemban namanya yang unik.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, KUNCIRAN - Kentut tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi lantaran malu mengemban namanya yang unik.
Nama Kentut diberikan oleh orangtuanya tanpa tahu maknanya lantaran pendidikannya rendah.
Saat kecil Kentut sering mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari teman-temannya.
Ejekan dan hinaan dari teman-teman yang membuat Kentut tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah menengah pertama.
"Waktu itu habis lulus SD enggak lanjut ke SMP. Soalnya minder punya nama seperti Kentut kan, sering diejek sama temen-temen jadi enggak lanjut," ungkap Kentut kepada TribunJakarta.com, Tangerang, Rabu (18/4/2018).
Menurut dia karena faktor nama menjadi alasan utama ia putus sekolah.
"Sebenarnya sudah dicari-cari sama gurunya, untuk sekolah lagi ke SMP, cuma saya tidak mau," tambah dia.
Kini Kentut tinggal di Tangerang, Jalan Nyiur IV RT 01/009, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, bersama keluarganya.
Menurut dia Kentut sudah hijrah ke Tangerang sejak 10 tahun lalu untuk mencari nafkah berjualan mie ayam di Jalan Pepabri Raya, Tangerang.
Telah diwartakan sebelumnya, Kentut mendatangi Pengadilan Negeri Tangerang untuk memohon perubahan namanya menjadi Ihsan Hadi pada Senin (18/4/2018).
"Alhamdulillah diterima dan tinggal ambil keputusannya saja nanti Senin depan," ucap Kentut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kentut_20180418_153504.jpg)