Breaking News:

Seleksi Masinis Perempuan yang Akan Kemudikan MRT Gunakan Psikotes Standar Tentara Amerika Serikat

"Jadi itu yang kita terapkan untuk masuk MRT, terutapa masinis harus lulus tes itu," ujar Mega

TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Enam perempuan masinis dan maintenance PT MRT Jakarta mengikuti coffee talk di Wisma Nusantara, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI 

TRIBUNJAKARTA.COM- Enam perempuan masinis dari total 41 masinis yang akan mengoperasikan kereta MRT 2019 mendatang.

Untuk menjalani profesi ini, keenam srikandi masinis tak dibedakan atau pun diperlakukan khusus.

Baca: Saldo Awal Rp 7 Miliar Saat Dibekukan, PPATK Bingung Rekening First Travel Kini Tinggal RP 1,3 Juta

PT MRT Jakarta memberlakukan standar seleksi yang sama, baik untuk masinis perempuan maupun laki-laki.

Kepala Divisi Operasional MRT, Mega Tarigan menegaskan tidak ada kendala dalam melatih masinis perempuan karena memang sudah dilakukan seleksi kompetensi saat penerimaan yang hampir setara dengan perekrutan tentara amerika.

Gubernur DKI Jakarta Anisa Baswedan dan Tiara Alincia Fitri, masinis wanita pertama MRT saat meninjau kesiapan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).
Gubernur DKI Jakarta Anisa Baswedan dan Tiara Alincia Fitri, masinis wanita pertama MRT saat meninjau kesiapan kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). (TribunJakarta.com/Suci Febriastuti)

"Sebetulnya tidak ada kendala. Karena untuk masuk ke MRT pun mereka sudah melalui berbagai macam tes, termasuk psikotes kita standar tentara Amerika. Jadi ketelitian, ketepatan waktu, kedisiplinan bisa terukur dalam tes itu," ungkap Mega.

Baca: Warga Tangerang, Ini Jadwal dan Tempat Pelayanan SIM Keliling di 2 Tempat

Saat ditemui di Kantor MRT Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2018), disebutkan Mega adanya masinis perempuan diharapkan membuat masyarakat lebih memperhatikan kalau pekerjaan masinis bisa buat lelaki atau wanita.

"Jadi itu yang kita terapkan untuk masuk MRT, terutapa masinis harus lulus tes itu. Ketika sudah lulus, gak peduli pria dan wanita yang penting kemampuannya," ujar Mega.

Jumlah masinis bisa saja bertambah karena PT MRT akan kembali melakukan penerimaan pegawai.

Mega juga menyebutkan tidak ada alasan khusus merekrut masinis perempuan.

Mega pun memastikan tidak ada larangan mempekerjakan wanita sebagai masinis, karena diizinkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 tahun 2017

"Sebetulnya tidak ada alasan khusus. Karena berdasarkan aturan menhub, asal memenuhi syarat sebagai masinis itu pria atau wanita, tinggi 160 cm, sehat jasmani," ungkap Mega lagi. (Apfia Tioconny BillY)

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved