Breaking News:

Hasil Menabung Satu Tahun, Pelajar SMK di Tanjung Priok Gagal Perpisahan di Yogyakarta karena Ditipu

Pada awalnya dirinya menerima sejumlah sejumlah proposal dari beberapa travel yang hendak mengurus acara perpisahan ke Yogyakarta.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi | Editor: Wahyu Aji

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Perpisahan sekolah dengan berpariwisata merupakan salah satu hal yang dinantikan siswa dan siswi selepas menempuh ujian nasional.

Namun lain halnya dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Barunawari, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang harus menelan kepahitan karena rencana perpisahannya terancam gagal.

Hal tersebut lantaran pihak sekolah mengalami penipuan yang dilakukan oleh PT Wisata Mandiri Travel yang dipercayakan mengurus semua keberangkatan tersebut.

Pada awalnya dirinya menerima sejumlah sejumlah proposal dari beberapa travel yang hendak mengurus acara perpisahan ke Yogyakarta.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya  pihak sekolah memilih travel tersebut untuk dipercayakan menangani kegiatan perpisahan.

Namun tepat saat siswa akan berangkat pada hari Kamis (19/4/2018) sore pihak sekolah mendapat informasi dari travel untuk mengundur kegiatan perpisahan tersebut.

"Travel ini pada saat hari yang sudah ditetapkan kesepakatannya itu ternyata dia mengingkari, tidak tepat waktu artinya tidak tepat apa yang sudah dikatakan misalnya tanggal 19 jam lima sore berangkat ke Jogja ternyata sampai jam delapan malam itu ga kunjung datang,” ujar Kepala sekolah SMK Barunawati, Zainudin saat ditemui TribunJakarta.com Jumat (20/4/2018) pagi di ruangannya.

Mendapati hal tersebut pihak sekolah akhirnya melaporkan pihak travel ke kepolisian.

Kepada sekolah pihak travel mengaku hal tersebut terjadi karena bendaharanya mengalami musibah perampokan.

Karena kejadian tersebut sekolah pun mengalami kerugian sebesar Rp 134.900.000 yang merupakan anggaran untuk memberangkatkan 160 siswa dan 27 guru beserta karyawan.

Untuk mengikuti perpisahan tersebut setiap siswa harus membayar uang sebesar Rp 1,2 juta yang ditabung selama satu tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved