Kini Keluarga Bisa Gantikan Calon Jemaah Haji yang Wafat Sebelum Berangkat, Begini Syaratnya

Calon jemaah yang bisa digantikan adalah yang sudah ditetapkan berhak melunasi BPIH.

Kini Keluarga Bisa Gantikan Calon Jemaah Haji yang Wafat Sebelum Berangkat, Begini Syaratnya
pakistantoday.com.pk
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kebijakan keluarga bisa gantikan calon jemaah haji sebelum berangkat ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler Tahun 1439 H/2018 M.

"Mulai tahun ini, porsi calon jemaah haji yang wafat sebelum berangkat ke Arab Saudi, bisa digantikan oleh keluarganya," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kemenag RI, Ahda Barori melalui keteranga tertulis, Jumat (20/4/2018).

Dalam ketentuan itu, calon jemaah haji yang wafat bisa digantikan.

Dengan syarat, jika ada permintaan dari keluarga jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi, tetapi wafat sebelum berangkat.

Baca: Pertama Di Dunia, Sepatu Disimpan di Safe Deposit Box Hotel, Hotman Paris: Emang Negrimu Aman?

Calon jemaah yang bisa digantikan adalah yang sudah ditetapkan berhak melunasi BPIH dan waktu wafatnya pasca ditetapkan sebagai berhak lunas tahun berjalan.

Orang yang dapat menggantikan calon jemaah wafat adalah suami, istri, anak kandung, atau menantu.

"Pengajuan penggantian ini harus diketahui RT, RW, lurah, dan camat," ujar Ahda.

Verifikasi data pengajuan penggantian dilakukan di Kanwil Kemenag Provinsi dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU.

Jemaah haji pengganti nantinya akan diberangkatkan pada musim haji tahun berjalan atau tahun berikutnya.

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved