Larang Rakyat Lakukan Seks Oral, Presiden Uganda: Mulut Itu untuk Makan, Bukan Seks

Pada 2014, Museveni pernah berkata kalau melakukan oral seks bisa menimbulkan bahaya berupa cacing yang masuk ke tubuh.

Larang Rakyat Lakukan Seks Oral, Presiden Uganda: Mulut Itu untuk Makan, Bukan Seks
Kompas.com/Reuters
Presiden Uganda Yoweri Museveni saat tiba di Addis Ababa, Ethiopia, untuk mengikuti KTT Uni Afrika 

TRIBUNJAKARTA.COM, KAMPALA - Presiden Uganda, Yoweri Museveni, melarang rakyatnya melakukan seks oral.

Hal itu dikatakan Presiden Uganda dalam sebuah pidato.

Dilaporkan Newsweek Rabu (18/4/2018), saat berpidato Minggu (15/4/2018), Museveni menyatakan kalau "orang luar" berusaha mempengaruhi rakyatnya untuk melakukan seks oral.

"Biarkan saya mengambil kesempatan untuk menyampaikan sebuah praktik salah yang disebut seks oral. Mulut itu untuk makan, bukan untuk seks," kata Museveni.

Baca: Mengenal Bripda Diah, Kartini Masa Kini yang Mengajar Puluhan Anak Yatim Piatu

"Kalian tentu paham apa itu definisi seks, dan bagaimana cara melakukannya," lanjut presiden 73 tahun itu yang disambut tawa hadirin.

Seperti dilaporkan Daily Mail via OkayAfrica.

Pada 2014, Museveni pernah berkata kalau melakukan oral seks bisa menimbulkan bahaya berupa cacing yang masuk ke tubuh.

Baca: Rombongan Turis Asal Bandung dan Jakarta Kecelakaan Usai Berwisata di Gunung Fuji Jepang

"Anda masukkan mulut Anda, kemudian cacing bakal masuk ke dalam perut Anda," ujar Museveni yang berkuasa di Uganda sejak 1986 tersebut.

Komentar Museveni soal cacing itu terjadi setelah dia meneken Undang-undang Anti-Homoseksual. Menjadikan gay ilegal di Uganda.

Dalam UU tersebut, siapapun yang tertangkap basah menjadi gay bakal terancam dipenjara seumur hidup.

Adapun yang mengetahui tapi tidak melaporkan bakal ditangkap atas tuduhan melakukan perbuatan kriminal. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral",

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved