Hari Kartini

Rayakan Hari Kartini, Sejumlah Anak Difabel Melukis Badan Bus Transjakarta

"Jadi ini saya ambil dari 100 anak kebutuhan khusus, nah saya pilih anak yang udah siap untuk tampil di publik dan sudah lebih mandiri," kata Toto.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Anak-anak difabel sedang melukis badan bus Transjakarta di halaman Gedung Balaikota DKÌ Jakarta Jumat, (20/4/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sepuluh anak-anak berkebutuhan khusus terlihat melukis badan Bus Transjakarta di halaman Balai Kota DKI Jakarta Jumat, (20/4/2018).

Menurut Timothius atau yang akrab dipanggil Kak Toto selaku art mentor anak-anak difabel tersebut, kegiatan ini untuk merayakan Hari Kartini yang akan diperingati besok.

Baca: PSSI Denda Arema FC Sebesar Rp 300 Juta Buntut Kericuhan Pertandingan Melawan Persib Bandung

"Dari Transjakarta sendiri sebenarnya mengapresiasi ibu-ibu yang punya anak berkebutuhan khusus. Bagaimana perjuangan mereka, sehingga anak-anak ini bisa menjadi anak yang dibanggakan," ujar Toto di Gedung Balaikota DKI Jakarta (20/4/2018).

Mereka akan melukis bus tersebut selama dua hari, mulai hari ini mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB kemudian dilanjutkan besok hari di waktu yang sama.

Baca: Kisah Cleona Bocah Pemenang Olimpiade Matematika Tingkat Dunia: Tidak Suka Nonton TV dan Main HP

Dengan tema 'Ibuku Perempuan Tangguh', kesepuluh anak-anak tersebut melukis berbagai gambar tentang kedekatan antara ibu dan anak.

Diketahui, bus Transjakarta itu akan tetap dioperasikan seperti seharusnya usai selesai dilukis oleh anak-anak difabel.

"Jadi ini saya ambil dari 100 anak kebutuhan khusus, nah saya pilih anak yang udah siap untuk tampil di publik dan sudah lebih mandiri," kata Toto.

Baca: Cerita Cinta Huang Ha, Mantan Pebulu Tangkis Top Dunia yang Dilamar Warga Indonesia di Rumah Sakit

"Rambu (lalu lintas) yang bentuknya ketupat itu rambu apa, di Jakarta gak ada ya? aku gak pernah lihat? kalau di Amerika ada, di Jakarta adanya dimana?" ucap salah seorang peserta difabel dengan sangat kritis pada salah satu petugas Transjakarta.

Dengan penuh rasa bangga, beberapa orang tua dari anak-anak difabel tersebut terlihat mendampingi sekaligus memberi semangat pada anak-anaknya.

"Aku mau bunganya warna pink biar cantik, soalnya ibuku cantik," kata peserta yang lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved