Sering Kesulitan Tidur di Tempat Baru? Begini Alasannya, Yuk Intip!

Tamaki mempelajari fenomena efek malam pertama terhadap 11 responden bertubuh sehat.

Sering Kesulitan Tidur di Tempat Baru? Begini Alasannya, Yuk Intip!
ACMH
Ilustrasi Tidur 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa orang kerap kesulitan tidur saat berada di lingkungan baru.

Kondisi itu kerap dialami orang yang melakukan perjalanan bisnis maupun liburan.

Persoalan susah tidur membuat pikiran berkembang ke asumsi-asumsi menyeramkan.

Ternyata, penjelasan susah tidur di tempat baru, sama sekali tidak ada hubungannya dengan “penghuni” lain di ruangan tersebut.

Sebab, alasan ilmiahnya adalah terjadi proses adaptasi di otak sebelah kiri.

Otak bagian kiri, menurut peneliti, memang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi di sebuah ruang tidur baru.

Masako Tamaki dan rekan peneliti di Brown University, Rhode Island, AS, adalah tim riset yang khusus mempelajari kondisi sulit tidur pada manusia.

Namun, mereka tidak pernah memakai sampel peristiwa yang terjadi di malam pertama.

Baca: Terbongkar! Kevin Hillers Blak-Blakan Buka Rahasia Awal Kenal Lucinta Luna

Pasalnya, otak sebelah kiri manusia pada malam pertama tidur di tempat baru, memang memperlihatkan gelombang yang lebih lambat.

Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved