Zikri, Anak Muda Penyuka Motor Antik asal Cibinong, Ini Deretan Koleksinya

Namun dibalik jiwa mudanya itu tersimpan kegemarannya mengoleksi barang-barang lawas tempo dulu alias jadul.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Zikri anak muda berusia 19 tahun yang gemar motor antik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pemuda ini terlihat gagah.

Namun dibalik jiwa mudanya itu tersimpan kegemarannya mengoleksi barang-barang lawas tempo dulu alias jadul.

Begitulah Ibnu Satria yang akrab disapa Zikri (19).

Baca: Transjakarta Lakukan Ini Agar Bus Lukis Anak Difabel Awet

Pasalnya, anak yang baru lulus SMKN di bilangan Cibinong, Jawa Barat itu mengoleksi tiga buah motor antiknya.

"Saya dari dulu gemar dengan utak atik motor. Sama saya suka dengan motor antik. Saya punya tiga motor antik, dari CB 100, C90 sama yang ini baru saya beli C70," ungkapnya pada TribunJakarta.com, Jumat (20/4/2018) saat ditemui di tempat kerjanya di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Zikri anak muda berusia 19 tahun yang gemar motor antik.
Zikri anak muda berusia 19 tahun yang gemar motor antik. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Asal muasal bertemunya dengan CB 100, motor pertamanya, bermula dari kegemarannya mengutak atik dan modifikasi motor.

"Saya gemar utak atik modifikasi motor kemudian udah jadi saya jual, uang laku saya beli motor bekas lagi kemudian modif dijual lagi. Kebetulan tetangga punya motor CB 100 kondisinya udah engga terawat. Saya beli 2 juta rupiah," kenangnya.

Usai membeli motor lawas CB 100, Zikri kemudian merakit sendiri motor tersebut hingga menjadi bagus.

Baca: Larang Rakyat Lakukan Seks Oral, Presiden Uganda: Mulut Itu untuk Makan, Bukan Seks

"Kemudian saya rakit sendiri lagi. Kemudian motor CB 100 saya pakai buat ke sekolah," ungkapnya.

Bagi Zikri, punya motor CB 100 pun tak cukup.

Ia pun keranjingan mengoleksi motor antik.

"Saya awal-awal naik motor antik dari CB 100 keranjingan trus beralih saya beli lagi honda CB 90 dengan harga juga engga mahal," ujarnya.

Saking sayangnya dengan kedua motor tersebut, Zikri beri memberi nama motor CB 100 dengan sebutan Hadi dan Engkos untuk Honda CB 90.

Zikri mengakui mesin motor tersebut kian usang dan merepotkan.

"Kendalanya motor tua tergantung motornya sendiri. Sama aja kayak manusia kadang pumya penyakit asma, motor juga seperti carbu nya motor bermasalah. Kambuh lagi. Boleh dimanja tapi jangan terlalu dimanjain juga," terang Zikri.

Sejak SMA, ia telah menjalin pertemanan dengan sesama penggemar motor antik.

"Dari dulu saya punya teman dekat lima orang, lima-limanya punya motor antik, kami berdua suka jalan jalan dan bertukar pikiran saling belajar," lanjutnya.

Ia pun sempat mengagumi motor ciptaan anak bangsa yang dibuat khusus untuk Presiden Jokowi.

"Di SMA dulu saya suka modif motor dijadiin Chopper. Pas saya lihat pak Jokowi ngendarain Chopper mesin Royal Enfield, saya seneng banget keren. Pembuatnya emang handal juga sih," tambahnya.

Zikri yang telah lulus SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan memiliki cita-cita.

"Sekarang kerja di toko peralatan gunung, ngumpulin modal buat kelak saya bisa bangun bengkel sendiri. Bengkel custom buat modif motor sejenis Chopper gitu," katanya optimis.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved