Hari Kartini
Dua Ibu Penjual Jamu Asal Wonogiri Ini Tetap Kerja Bantu Suami di Hari Kartini
Sejak usia 25 tahun ia menetap di Jakarta, Darti telah berjualan jamu melayani para pembeli di perumahan tersebut.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ilusi Insiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Usai melaksanakan salat subuh, Darti bergegas mendorong Jamu dagangannya menyusuri permukiman warga di Jalan Lagga Raya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Sejak usia 25 tahun ia menetap di Jakarta, Darti telah berjualan jamu melayani para pembeli di perumahan tersebut.
"Saya jualan jamu udah sejak usia 25 tahun, mulai dari digemblog sampai di dorong seperti ini," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com, di bilangan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/4/2018).
Baca: Susi Pudjiastuti Merupakan Sosok Kartini Masa Kini, Menurut Pengemudi Wanita Transjakarta Ini
Di Hari Kartini yang merupakan hari perempuan Indonesia ini, ia pun tak memiliki peringatan khusus mengenangnya.
"Engga ada biasa saja saya dengan hari ini. Seperti biasa saja kerja mencari uang untuk bantu keluarga saya dan suami. Anak dua tinggal satu yang masih sekolah," ungkapnya.
Menjadi tukang jamu merupakan cara ibu asal Wonogiri, Kabupaten Jawa Tengah ini untuk membantu suaminya mencari nafkah.
"Suami saya tukang jualan mainan kayak balon, layang-layang dan lainnya tapi baru beralih jadi jualan sosis bakar disini," ujarnya.
Ditemui di tempat yang terpisah, Harti, penjual jamu gendong asal Wonogiri, Jawa Tengah itu pun mengungkapkan hal yang sama.
Ia menganggap semua hari sama karena Harti turut bekerja keras menghidupi keluarganya di rumah.
"Saya melihat Kartini sosok pahlawan hebat dikagumi orang. Pejuang zaman dulu. Tapi saya menganggap semua hari sama, ya tiap hari kerja selain buat saya sendiri buat keluarga juga," ujar Harti.
Baca: Bak Film Twilight, Intip Dekorasi hingga Gaun yang Akan Digunakan Syahnaz Sadiqah Saat Pernikahan
Harti dan suaminya membanting tulang untuk menghidupi kebutuhan anaknya.
"Dua anak saya masih sekolah. Suami dagang Bakso Wonogiri keliling. Sedangkan saya jualan jamu. Sejak pagi abis subuh udah keliling di daerah komplek Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/dua-tukang-jamu_20180421_103939.jpg)