Breaking News:

Pengadilan Akhirnya Putuskan Kasus Naruto, Sang Monyet Indonesia Pengambil Selfie Saat Tertawa

PETA mengklaim bahwa hak cipta foto selfie itu dimiliki oleh sang monyet sendiri, bukan Slater.

David J Slater
Salah satu foto selfie monyet makaka bernama Naruto yang menjadi pangkal persoalan hukum David Slater. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengadilan Federal di San Francisco, Amerika Serikat, awal pekan ini memutuskan kasus seekor monyet Makaka bernama "Naruto" setelah kasusnya sempat berlarut-larut hingga beberapa tahun.

Pengadilan memutuskan seekor monyet makaka bernama “ Naruto” tidak bisa mengajukan gugatan hukum atas seorang fotografer Inggris bernama David Slater.

Baca: Tak Kenal Ryana Dewi, Istri Daus Mini Mengaku Hubungan Mereka Baik-baik Saja

Alasannya, Naruto bukan manusia. Persoalan bermula tahun 2011, ketika Slater sedang memotret di Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi Utara, Indonesia.

Tiba-tiba saja seekor monyet makaka bernama Naruto mengambil kamera Slater dan menjepret foto selfie dirinya sendiri saat sedang tertawa.

Foto “selfie” Naruto yang kemudian dipublikasikan oleh Slater dalam buku berjudul Wildlife Personalities berbuah gugatan hukum dari kelompok penyayang binatang, PETA (People for the Ethical Treatment).

PETA mengklaim bahwa hak cipta foto selfie itu dimiliki oleh sang monyet sendiri, bukan Slater.

Karena itu, Slater dinilai telah melanggar hak cipta Naruto. Dasar gugatan itulah yang dipersoalkan oleh pengadilan federal di San Francisco. Naruto bukan manusia yang bisa mengajukan gugatan hukum.

Baca: Wali Kota Jakarta Selatan Peringati Hari Otonomi, Wakil Wali Kota Rapat Peringatan Hari Buruh

Sementara, PETA yang mengatasnamakan Naruto dalam tuntutannya juga tidak bisa membuktikan bahwa pihaknya memiliki hubungan “pertemanan” dengan Naruto.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved