Ujian Nasional
Cuma Punya 10 Laptop, SMPN Terbuka 1 Serpong Tetap Gelar UNBK
123 peserta tersebut berasal dari warga miskin di lima tempat kegiatan belajar (TKB), seperti Pondok Aren, Jombang, Pondok Cabe, Serpong dan Setu.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kepala Sekolah SMP Negeri Terbuka 1, Serpong, Tangerang Selatan, Syadeli mengatakan, pihaknya terpaksa menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2018.
Meskipun sekolah hanya memiliki 10 unit laptop dan keterbatasan ruang.
Sementara jumlah siswa yang mengikuti ujian mencapai 123 siswa.
Pihak sekolah mengakalinya dengan meminjam laptop dari wali murid dan para guru.
"Ya kita keterbatasan komputer dan ruang untuk pelaksanaan UNBK, ini kami pinjam laptop, karena kami hanya punya 10 unit saja, sisanya kami pinjam dari dewan Guru dan orang tua,” ujarnya, kepada wartawan TribunJakarta.com, Kamis (26/4/2018).
Baca: Selesai UNBK, Pelajar Ini Tewas Karena Terkena Tendangan Pelatih di Perut Saat Latihan Silat
Baca: Sekolah Ini Siapkan Spanduk Warna Untuk Aksi Corat Coret Siswa
123 peserta tersebut berasal dari warga miskin di lima tempat kegiatan belajar (TKB), seperti Pondok Aren, Jombang, Pondok Cabe, Serpong dan Setu.
Syadeli mengatakan UNBK berjalan lancar dengan dibagi menjadi tiga sesi.
“Setiap shift 40 siswa, semua berjalan lancar hanya hari pertama saja server down,” ujarnya lagi.
Salah satu peserta UNBK, Kayla Yusrina Zihni, berharap mendapatkan hasil yang baik dan dapat meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Cita-cita sih bisa sampai kuliah, inginnya memperbaiki nasib,” ujar Kayla yang sejak kecil ditinggal orang tuanya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/unbk-di-smpn-terbuka-1-serpong_20180426_130518.jpg)