Hanya Tahu Jualan Wafer, Ibu Bocah Pencuri Uang di ATM Menangis dan Terpukul

SW (26), orangtua dari WE (11) mengatakan, sang anak berjualan wafer untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Hanya Tahu Jualan Wafer, Ibu Bocah Pencuri Uang di ATM Menangis dan Terpukul
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Aksi dua bocah belasan tahun memereteli uang nasabah di salah satu ATM di Kota Makassar. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASSAR - Kedua ibu bocah yang mencuri uang nasabah di ATM terkejut dengan tindakan anaknya.

Ia mengaku tidak mengetahui tindakan anaknya selama ini. Mereka hanya mengetahui, anaknya menjual wafer di jalanan.

Karena itu, kedua orangtuanya terpukul dan menangis begitu mengetahui anaknya diamankan di markas Polsekta Tamalanrea.

Baca: Kementerian BUMN Klarifikasi Isi Percakapan antara Menteri BUMN dengan Dirut PLN

SW (26), orangtua dari WE (11) mengatakan, sang anak berjualan wafer untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Namun pernah suatu hari sang anak membawa uang Rp 300.000 ke rumah.

SW kemudian menanyakan sumber uang itu dan WE menjawab uang tersebut ia temukan di mesin ATM.

"Saya tidak tahu, kemarin memang bawa pulang uang Rp 300.000. Tapi dia cuma bilang uang itu dia dapat dari mesin ATM, uangnya mahasiswa ketinggalan," katanya.

Baca: Arteria Dahlan: Saya Ini Pengagum Pak Amien Rais, Tapi Pernyataannya Jauh dari Fakta

Kepala Polsekta Tamalanrea, Kompol Syamsul Bachtiar mengatakan, kasus pencurian uang nasabah di ATM telah diambil alih Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved