Catatan SBMI, Sepanjang 2018 Ratusan Buruh Migran Rasakan Ketidakadilan di Luar Negeri

"Satu orang pengaduan bisa mewakili samoai 35 orang. Jadi seperti misalnya kasus di perkebunan Malaysia, ada 35 orang dan kasusnya berbeda-beda."

Catatan SBMI, Sepanjang 2018 Ratusan Buruh Migran Rasakan Ketidakadilan di Luar Negeri
Kompas.com/shutterstock
Ilustrasi kekerasan anak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Bobi, mengatakan sejak awal bulan Januari hingga saat ini telah ratusan pengaduan dari buruh migran terkait ketidakadilan.

"Periode Januari hingga Februari 2018, sudah mencapai sekitar 408 pengaduan terkait ketidakadilan buruh migran. Sekarang bisa bertambah banyak lagi," kata Bobi kepada TribunJakarta.com, Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (30/4/2018).

Sementara itu rata-rata satu kasus pengaduan bisa mewakili beberapa tenaga kerja yang terlibat.

Baca: Besok SBMI Bakal Suarakan Daryati, TKW yang Terancam Hukuman Mati di Singapura

Baca: Peringati Mayday, Serikat Buruh Migran Indonesia Turun ke Jalan Bersama Aliansi Buruh di Monas

"Satu orang pengaduan bisa mewakili samoai 35 orang. Jadi seperti misalnya kasus di perkebunan Malaysia, ada 35 orang dan kasusnya berbeda-beda," katanya.

Pengaduan itu disampaikan oleh buruh migran melalui berbagai media.

"Ada yang telpon, juga dari media sosial seperti Facebook kemudian ada yang langsung ke kantor cabang. Kasusnya pun berbeda beda. Kalau kasus pidana kita lapor polisi," katanya.

Berdasarkan SBMI pada bulan Januari 2018, ada beberapa kasus yang melanda buruh migran.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved