Hari Buruh Internasional
3 Tuntutan FSP KEP di Hari Peringatan Buruh Sedunia
Tuntutan pertama ialah meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan bahan minyak (BBM), listrik dan kebutuhan pangan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Massa buruh Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) menyampaikan tiga tuntutan dalam aksi memperingati hari buruh sedunia atau May Day.
Tuntutan pertama ialah meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan bahan minyak (BBM), listrik dan kebutuhan pangan.
"Kami minta harga kebutuhan pokok, bbm, dan listrik diturunkan, sekarang sudah semakin mahal, menyiksa rakyat kecil," kata Usman (42), seorang peserta aksi, Selasa (1/5/2018).
Kemudian, menuntut pemerintah mencabut Perpres No 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing dan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
"Zaman sekarang cari kerja sudah susah, ditambah ada lagi tenaga kerja dari luar, makin susah rakyat kecil," ujar Rudi, peserta aksi lainnya dari FSP KEP Jakarta Timur.
Ia menambahkan, para buruh ingin pemerintah memperhatikan para pekerja dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
Baca: Terbongkar! Deddy Corbuzier Blak-Blakan Akui Dirinya Tak Dengarkan Lagu Indonesia
"Kami para buruh minta pemerintah memperhatikan kami kaum pekerja sehingga kesejahteraan kami meningkat," tuturnya di Lapangan Kantor Wali Kota Jaktim, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
Seperti diberitakan sebelumnya massa dari FSP KEP Jakarta Timur memadati Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Massa berorasi menyampaikan tuntutan mereka.
Baca: Maju Jadi Caleg Jawa Tengah, Adly Fairuz Blak-Blakan Ungkap Alasannya
Setelah selesai menyampaikan orasinya, mereka dihibur oleh panggung hiburan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/buruh_20180501_151920.jpg)