Hari Buruh Internasional
Sekitar 5000 Buruh FSP LEM SPSI Jakarta Timur Siap Serbu Gedung MPR
Peraturan itu dianggap sebagai peraturan yang membuat tenaga kerja asing dengan mudah masuk ke Indonesia.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Massa aksi organisasi buruh FSP LEM SPSI siap mengepung Gedung MPR dalam memperingati Hari Buruh Internasional.
Sekira 5000 peserta aksi dari FSP LEM SPSI berkumpul di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur sebelum berangkat menuju Gedung MPR.
"Bahwa target dari pengurus 5000 masa tetapi yang kita lihat hari sudah melebihi target," ujar Arifin, seorang panitia aksi buruh di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (1/5/2018).
Dalam aksi buruh tersebut, satu diantara tuntutan mereka dalah menolak Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Baca: Jadi Caleg PSI, Giring Nidji Ungkap 5 Alasan Patut Dipilih, Dari Anti Korupsi Hingga Akan Hapus UN
Peraturan itu dianggap sebagai peraturan yang membuat tenaga kerja asing dengan mudah masuk ke Indonesia.
"Salah satu alasan mereka turun hari ini lebih banyak, karena mereka ingin menolak kebijakan pemerintah tentang TKA yang sedang viral dimana pemerintah mengelar karpet merah bagi pekerja asing yang tidak resmi atau unskill," ujar Arifin.
Baca: Maju Jadi Caleg Jawa Tengah, Adly Fairuz Blak-Blakan Ungkap Alasannya
Usai acara orasi yang dilakukan di kawasan industri Pulo Gadung, ribuan peserta aksi Hari Buruh Internasional langsung bertolak menuju Gedung MPR, Jakarta Pusat.
Rencananya, mereka semua akan bergabung bersama peserta aksi lain dari FSP LEM SPSI se-Jabodetabek yang ditaksir berjumlah sekita 10 ribu orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/massa-buruh-fsp-lem-spsi_20180501_101453.jpg)