Breaking News:

KPK Sita Rp 3,7 Miliar dari Hasil Penggeledahan Rumah Orang Tua Bupati Mojokerto

Uang ditemukan dalam lemari kamar dengan pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Tribunnews.com/Abdul Qodir
Gedung KPK 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah orang tua Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, penyidik menyita Rp 3,7 miliar saat penggeledahan tersebut.

Baca: Resep Lucy Watson Berumur 100 Tahun: Bepergian dan Miliki Banyak Pacar

Uang ditemukan dalam lemari kamar dengan pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Uang disimpan di dalam bungkusan tas keresek hitam yang berisi sekitar Rp 700 juta, di dalam kardus, dan di dalam tiga tas lainnya.

"Saat penggeledahan dilakukan, tersangka MKP sedang berada di lokasi," ujar Febri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/5/2018).

Sebelumnya, KPK menyita uang senilai Rp 4 miliar. KPK tengah mendalami dugaan penerimaan gratifikasi melalui sarana perbankan melalui pihak keluarga tersangka. KPK juga menyita kendaraan yang kepemilikannya diduga atas nama pihak lain.

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengenakan rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (30/4/2018). Mustofa Kamal Pasa resmi ditahan KPK terkait kasus dugaan gratifikasi proyek pemasangan tower di Kabupaten Mojokerto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengenakan rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (30/4/2018). Mustofa Kamal Pasa resmi ditahan KPK terkait kasus dugaan gratifikasi proyek pemasangan tower di Kabupaten Mojokerto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN ()

Baca: Kapolda Metro Beri Penghargaan Kepada 26 Personel Gabungan yang Ungkap Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Mustofa ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga terlibat dalam dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Pada perkara itu, KPK menduga, hadiah atau janji yang diterima oleh Mustofa sekira Rp 2,7 miliar. KPK juga menetapkan Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure Ockyanto dan Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Baca: Belum Genap Satu Bulan, Underpass Matraman Sudah Dicoret Tangan Jahil

Pada perkara kedua, Mustofa dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto periode 2010-2015, Zainal Abidin diduga secara bersama-sama menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

KPK menetapkan Zainal Abidin sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,7 miliar. (Dennis Destryawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Temukan Rp 3,7 Miliar Saat Geledah Rumah Orang Tua Bupati Mojokerto

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved