Dua Tahun Produksi Ciu di Tambora, PRW Kantongi Omzet Miliaran Rupiah

Argo menjelaskan, dalam satu hari, pabrik ciu ilegal ini mampu memproduksi 15 kardus dengan total 360 botol siap jual.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Dua Tahun Produksi Ciu di Tambora, PRW Kantongi Omzet Miliaran Rupiah
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Barang bukti ciu yang diamankan dari pabrik ilegal di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (3/5/2018).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Sudah lebih dari dua tahun, PRW (58) memproduksi minuman keras jenis ciu di rumah yang ia sewa di Jalan Pekojan I, Tambora, Jakarta Barat.

Dalam kurun waktu itu, ia sudah mendapatkan omzet miliaran rupiah dari bisnisnya tersebut.

"Setiap bulan dapatkan keuntungan Rp 118 juta. Kalau dihitung dalam setahun Rp 1,4 miliar. Dan dia ini sudah dua tahun lebih melakukannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di lokasi, Kamis (3/5/2018).

Argo menjelaskan, dalam satu hari, pabrik ciu ilegal ini mampu memproduksi 15 kardus dengan total 360 botol siap jual.

Baca: Belajar Otodidak Membuat Miras Oplosan, Para Pelaku untung Sampai 50 Persen

Baca: 141 Korban Jiwa, Polri: Peredaran Miras Oplosan Harus Tuntas Sebelum Bulan Puasa

Ciu itu dikemas ke dalam botol air mineral yang dijual Rp 11 ribu per botolnya.

Adapun ciu itu diedarkan PRW melalui distributor ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Peredarannya ada di Jakarta. Sistemnya pabrik ini memberikan ke distributor untuk kemudian diedarkan ke konsumen," kata Argo.

Argo mengatakan PRW memproduksi minuman fermentasi itu bersama empat karyawannya.

Namun, saat ini baru PRW yang ditetapkan sebagai tersangka.

"PRW ini dikenakan‎ Undang-Undang tentang Pangan," kata Argo.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved