Breaking News:

Putar Arah Sembarangan, Bus Transjabodetabek Ditilang Polisi di Cawang

Namun petugas tidak menghiraukan alasan pengemudi tersebut dan segera memeriksa kelengkapan kendaraannya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Bus Transjabodetak yang terjaring Ops Patuh Jaya 2018 karena memutar arah sembarangan di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (3/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sebuah bus Transjabodetabek Reguler jurusan Ciawi-Grogol terjaring Operasi (Ops) Patuh Jaya setelah memutar arah ditempat yang tidak semestinya.

Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, bus tersebut datang dari arah UKI dan berputar arah kembali menuju UKI di depan Kantor PT Wika.

Hal ini dilarang karena putar balik tersebut, diperuntukan untuk kendaraan yang berasal dari arah DI Panjaitan.

Baca: Satlantas Polres Jaktim Gelar Operasi Patuh Jaya, 158 Kendaraan Ditilang

Melihat hal tersebut, petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Timur yang sedang mengadakan Ops Patuh Jaya langsung memberhentikan bus tersebut.

"Bus ini motong jalan, seharusnya muter di dekat lampu merah penas," ujar seorang petugas Satlantas Polres Jakarta Timur, Kamis (3/5/2018).

Dalam operasi kali ini, polisi sempat dibuat kewalahan setelah dua kendaraan jenis pikap berplat putih yang hendak diberhentikan petugas mencoba untuk kabur.

Setelah berhasil dihentikan, pengemudi mobil pikap tersebut sempat beradu argumen dengan petugas di lokasi.

"Saya buru-buru pak mau antar mobil ke Pekanbaru, mau ngejar kapal yang nyeberang ke Lampung," ujar pengendara tersebut kepada petugas.

Bus Transjabodetak yang terjaring Ops Patuh Jaya 2018 karena memutar arah sembarangan di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (3/5/2018).
Bus Transjabodetak yang terjaring Ops Patuh Jaya 2018 karena memutar arah sembarangan di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (3/5/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Namun petugas tidak menghiraukan alasan pengemudi tersebut dan segera memeriksa kelengkapan kendaraannya.

Setelah diperiksa, ternyata pengemudi tidak memiliki surat-surat lengkap, seperti surat jalan dari perusahaan, SIM asli, dan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) hanya ditulis manual.

"Kalau dari perusahaan seharusnya STCK ditulis komputer bukan manual, mana SIM cuma copy-an, enggak pake seragam driver lagi," ujar Kanit Patroli Satlantas Jaktim AKP Budo Harsono.

Akhirnya petugas terpaksa mengamankan mobil tersebut hingga sang pengemudi melengkapi surat-surat yang dibutuhkan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved