Hindari Ditangkap Petugas Dinas Sosial, Senah Lari Terbirit-birit Hingga Kencing di Celana
Ia mengatakan, saat itu dirinya ditangkap oleh petugas lantaran tengah menjajakan tisu kepada para pengendara yang berhenti di lampu merah
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah
TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Penghuni Rusunawa Pesakih datang dari berbagai latar belakang dan beragam profesi.
Senah, satu diantaranya seorang penghuni Rusunawa Pesakih yang berprofesi sebagai pedagang tisu.
Senah menceritakan pengalamannya ketika ia berusaha melarikan diri dari petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial saat menggelar razia.
Dikatakan Senah, kejadian yang ia ceritakan ini merupakan pengalaman yang telah ia lalui satu tahun silam.
"Ini mah cerita Emak pas dulu jualan tisu di lampu merah Gandaria, sudah setahun lalu. Kejadiannya pas mau masuk bulan puasa kaya gini ini," ujar Senah saat ditemui TribunJakarta.com di Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat, Jumat (4/5/2018).
Baca: Nunggak Biaya Sewa Hingga 14 Bulan, Penghuni Rusunawa Pesakih Beberkan Alasannya
Ia mengatakan, saat itu dirinya ditangkap oleh petugas lantaran tengah menjajakan tisu kepada para pengendara yang berhenti di lampu merah.
"Sebenarnya sudah feeling, kok biasanya ramai ini sepi enggak ada yang dagang. Tapi berhubung sisa dikit lagi tisunya ya Emak terus jualan lagi," kata Senah.
Sebelum tertangkap, ia pun sempat membeli sebuah nasi bungkus untuk dimakannya saat beristirahat.
"Itu sudah beli nasi bungkus, sudah kepikiran mau istarahat ah habis ini, tapi nanggung-nanggung gitu jadinya jualan lagi," ujar Senah.
"Eh benar saja, pas lampunya nyala warna hijau tuh tangan Emak langsung ada yang megangin dari petugasnya itu. Awalnya emak gak lihat kalau ada petugas jadi enggak tahu," lanjut Senah.
Ia mengatakan, saat tangannya dipegang tersebut seketika ia berhasil melepaskan diri dari tangkapan petugas.
"Pas mau dibawa gitu Emak kabur tuh, Emak lari kenceng. Tapi namanya perempuan apalagi Emak larinya kalah cepat sama petugas ya ketangkap lagi," ujar Senah.
Bahkan ia sempat buang air kecil di celana ketika dirinya ditangkap untuk kali kedua setelah sebelumnya berhasil melarikan diri.
"Petugas tangkap Emak lagi, itu Emak sudah ketakutan saja. Saking takutnya gemeter Emak sampai kencing di celana jadi basah," kata Senah.
Karena tertangkap oleh petugas ia pun dibawa ke panti sosial.
Baca: Sering Gatal Setelah Dipakai Mandi, Penghuni Takut Konsumsi Air dari Rusunawa Pesakih
"Ada kali Emak 21 hari di panti karena ketangkap itu. Sebelumnya Emak juga pernah ketangkap waktu rumah massih di Kemanggisan gara-gara jualan kembang. Tapi cuma sehari saja waktu itu, sore masuk ditangkap, malamnya keluar," tutur Senah.
Senah sendiri merupakan salah seorang penghuni di Rusunawa Pesakih.
Ia terpaksa pindah dari rumah lamanya yang berada di Kemanggisan, Jakarta Barat akibat terkena penggusuran.
"Pindah ke sini sudah empat tahun lalu. Sekarang jualan minuman sama kopi di sini," kata Senah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/senah_20180504_191224.jpg)