Usai Vasektomi, Pria Wajib Pakai Kondom Selama 12 Kali Berhubungan Badan

Setiap pelayanan keluarga berencana pun akan terus dipantau mengenai perkembangan masyarakat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Jaenudin, Kepala Seksi Penggerakan PPAPP Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk mengendalikan pesatnya populasi penduduk dengan mencanangkan program Keluarga Berencana (KB).

Salah satunya, suami bisa turut serta mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dengan melakukan Medis Operatif Pria (MOP) atau Vasektomi.

Kepala Seksi Penggerakan di Sudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Jaenudin, mengatakan pria bisa mengikuti MOP namun harus memerhatikan tata cara agar program tersebut berhasil.

Baca: Gugatan HTI Ditolak PTUN, Massa Sujud Syukur

"Biasanya pria yang mengikuti vasektomi ada yang bilang istrinya kembali hamil. Kita akan cek dulu seperti apa, dimana salahnya. Ada yang tidak diindahkan para pria. Yang terpenting itu usai Vasektomi, pria harus memakai kondom untuk 12 kali berhubungan dengan istri, setelah itu bebas," kata Jaenudin kepada TribunJakarta.com, Yayasan Desa Putra, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).

Menurut Jaenudin, para pria harus menggunakan alat pelindung berupa kondom lantaran setelah proses vasektomi masih ada cairan sisa pada alat kelamin.

"Usai vasektomi, 12 kali berhubungan harus memakai kondom. Bukan 12 bulan ya. Karena masih tersisa cairan pada alat kelamin pria. Sehingga dikhawatirkan masih bisa membuahi. Itu yang kerapkali tidak dipahami oleh masyarakat sehingga timbul masalah. Setelah dicek laki laki engga pakai kondom usai di vasektomi. Karena sudah SOP dari pemerintah seperti itu," tuturnya.

Baca: Banyak Warga Taman Kota Belum Mau Pindah ke Rusun Rawa Buaya Meski Gratis Sewa 6 Bulan

Kendati ada berbagai program Keluarga Berencana untuk mengendalikan populasi penduduk, namun keikutsertaan kaum pria khususnya melalui MOP masih terbilang sedikit.

"Keikutsertaan pria sangat kecil ya , yang vasektomi jarang. Karena banyak yang mengira setelah vasektomi organ-organ ada yang tidak bergerak lagi. Padahal tidak seperti itu, enggak ada dampaknya. Dan prosesnya enggak sampai 10 menit sudah selesai," ungkapnya.

Setiap pelayanan keluarga berencana pun akan terus dipantau mengenai perkembangan masyarakat.

"Penyuluhan kita sangat kuat kepada warga. Kita jelaskan sampai detil nanti setelah itu apa saja yang dilakukan. Di setiap kelurahan, puskesmas dan lain-lain terbuka untuk bertanya," tukasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved