Driver Ojek Online Keluhkan Maraknya Order Fiktif, Ada yang Minta Diantar ke Gunung Salak

Salah seorang pengemudi ojek online, Daffa mengatakan, turunnya performa itu lantaran pengemudi ojol tidak mengambil order.

Driver Ojek Online Keluhkan Maraknya Order Fiktif, Ada yang Minta Diantar ke Gunung Salak
TribunJakarta/Novian Ardiansyah
Daffa, pemgemudi Gojek 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Para pengemudi ojek online diresahkan dengan maraknya order fiktif yang masuk ke aplikasi miliknya.

Pasalnya order fiktif tersebut berpengaruh terhadap turunnya performa si pengemudi ojek online.

Salah seorang pengemudi ojek online, Daffa mengatakan, turunnya performa itu lantaran pengemudi ojol tidak mengambil order.

"Itu kan karena kita tahu itu fiktif jadi kita diemin, enggak diambil. Imbasnya ke performa di aplikasi kita yang turun, dari tadinya 100 persen bisa berkurang," terang Daffa saat ditemui TribunJakarta, Jalan Kintamani Raya, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (8/5/2018).

Baca: Sederet Fakta Sosok Stefanus yang Bakar Calon Istri: Jarang Bergaul Sampai Takut Tikus

Daffa mengatakan, semakin banyak orderan yang tidak diambil maka performa tersebut kian menurun.

"Itu turun terus bang, walaupun order beneran juga kalau enggak diambil turun. Tapi yang bikin resah kalau yang masuk terus-terusan itu order fiktif, jadi terpaksa kita diemin yang ujung-ujungnya performa turun," tutur Daffa.

"Gimana kita mau ambil, orang ordernya juga fiktif. Pas kita ambil kita telpon itu gak aktif nomornya. Kadang alamatnya juga enggak jelas," kata Daffa.

Ia pun menceritakan pernah mendapatkan order fiktif yang meminta diantarkan ke Gunung Salak.

"Kaya kemaren masuk orderan di sini, minta anter dari daerah Kapuk ke Gunung Salak. Itu di sana cuma ditulis tujuannya Gunung Salak, ini kan udah ketahuan kalau bohong-bohongan dari alamat yang dia tulis," kata Daffa.

Baca: Cerita Junaedi Jualan Alat Tulis Dadakan di Kampus UI dan UNJ Sejak Tahun 1970

Bahkan ia menuturkan, akunnya pernah sampai disuspend sementara akibat maraknya order fiktif yang masuk ke aplikasi miliknya.

"Performa saya dari 100 persen jadi tingga 22 persen. Itu karena order fiktif masuk terus saya enggak ambil. Jadi lama-lama turun akhirnya kena suspend, untungnya cuma 30 menit," jelas Daffa.

Menurut Daffa, ulah pengorder fiktif tersebut tak jarang juga dari sesama pengemudi ojol lainnya yang jahil.

"Mereka-mereka yang begitu kadang dari sesama driver juga ada, mungkin niatnya ingin ngejatuhin driver lainnya. Pernah sekali ketahuan sama teman saya ternyata pas dicari itu dia driver saingan dari tetangga sebelah (aplikator lain)," kata Daffa.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved