SBMPTN 2018

Ini yang Dilupakan Peserta Ujian SBMPTN di SMAN 6 Jaksel

Menurutnya masih memberikan kesempatan ujian kepada para peserta yang tidak membawa salah satu berkas.

Ini yang Dilupakan Peserta Ujian SBMPTN di SMAN 6 Jaksel
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Nurmatias Penanggung Jawab SBMPTN Lokasi di SMAN 6 Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Para peserta yang mengikuti Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (USBMPTN) diwajibkan membawa beberapa berkas.

Berkas yang harus dibawa oleh para peserta berupa Kartu Ujian, fotokopi Ijazah, dan Surat Keterangan Lulus (SKL).

Hal itu diungkapkan oleh Nurmatias selaku Penanggung Jawab Lokasi di SMAN 6 Jakarta Selatan.

"Peserta harus membawa persyaratan itu, jangan sampai lupa kala hendak mengikuti ujian di setiap lokasi ujian," kata Nurmatias kepada TribunJakarta.com, Selasa (8/5/2018).

Baca: SBMPTN Rampung, Lalu Lintas di Jalan Depan UIN Syarif Hidayatullah Padat

Baca: Ingin Cari Hadiah Ramadhan? Coba Datang ke Bazar Children and Toy di Lippo Mal Puri

Sejauh ini, pelaksanaan ujian di SMAN 6 Jakarta Selatan berlangsung baik namun hanya ditemukan beberapa kendala terkait kelengkapan berkas peserta.

"Ada beberapa siswa yang bawa surat keterangan lulus tapi tidak ada foto yang dicap oleh kepala sekolah. Kemudian engga bawa kartu ujian. Kartu ujian dibawa dalam hp jadi engga diterima. Ada yang engga ikut ujian satu orang karena terlambat," katanya.

Menurutnya masih memberikan kesempatan ujian kepada para peserta yang tidak membawa salah satu berkas.

"Bagi yang tidak membawa beberapa berkas akan kami arahkan untuk mengisi berita acara. Tapi masih kami persilahkan mengikuti ujian," ujarnya.

Namun, Nurmatias tidak memperbolehkan siswa yang datang terlambat untuk mengikuti ujian.

Sebenarnya Nurmatias telah memberikan toleransi bagi para peserta yang datang terlambat.

"Kita berikan 30 menit. Kami sudah memberikan batas waktu dengan menoleransi selama setengah jam, 7.30. Jadi lewat dari jam itu kami tidak terima masuk ujian dan dipersilahkan untuk pulang," katanya. 

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved