Kemendikbud Akan Lakukan Ujian Perbaikan Berbasis Komputer Juli 2018 Mendatang

Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan (Kemendikbud) beri kesempatan siswa ikuti Unjian Nasional (UN) gelombang II atau UN perbaikan.

Kemendikbud Akan Lakukan Ujian Perbaikan Berbasis Komputer Juli 2018 Mendatang
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi (Baju Putih) di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan (Kemendikbud) beri kesempatan siswa ikuti Unjian Nasional (UN) gelombang II atau UN perbaikan.

UN perbaikan ini rancananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2018 mendatang.

Baca: Atap Rumah Terbang, Tembok Roboh Diterjang Puting Beliung di Kabupaten Bogor

Ujian ini diperuntukkan bagi siswa jenjang SMA/SMK/MA yang belum memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan yang ditetapkan, yaitu kurang dari sama dengan 55.

"Jadi ada UN perbaikan bulan Juli nanti, untuk mereka yang belum mencapai standar bagi siswa yang nilainya dibawah 55," ujar Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018).

Bambang mengatakan bahwa ujian ini juga dapat diikuti oleh siswa yang nilainya sudah melebihi standar namun karena suatu kepentingan tertentu bisa mengikuti ujian perbaikan.

"Kita juga mempertimbangkan apabila mereka sudah melebihi standar itu tapi ingin menperbaiki karena tuntutan perguruan tinggi seperti Akmil ataupun Akpol, kita akan beri kesempatan untuk melakukan perbaikan. Berapapun nilainya," ujarnya.

Baca: Berbekal Pinjaman 40 Tahun, Pemerintah Bangun Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Mulai 2019

Ujian perbaikan ini akan berbasis komputer dan hanya dapat dilakukan oleh peserta ujian dua tahun terakhir.

Hanya siswa dengan jenjang SMA/SMK/MA yang dapat mengikuti ujian perbaikan.

"Karena terkait program wajib belajar, kemudian ini tuntutan untuk mereka ke dunia kerja yang mengharapkan nilai yg lebih tinggi dari yang ditetapkan," jelasnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved