Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Utus Delegasi ke Kedubes Amerika dan PBB

"Kita ingin tegaskan bahwa keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina lepas dari kezaliman penjajahan."

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini beserta delegasi Fraksi PKS menyambangi kantor UNHCR-PBB di Jenewa Swiss Kamis (14/3). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA  -- Sikap keras kepala Presiden AS Donal Trump yang tetap akan meresmikan Kantor Kedubesnya di Yerusalem akan menjadi babak baru kezaliman Israel yang disokong AS kepada rakyat Palestina.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini saat mengabarkan protes resmi Delegasi Fraksi PKS, yang dipimpin Sekretaris Fraksi PKS Sukamta, ke Kedubes AS di Jakarta Rabu (9/5/2018).

Fraksi PKS, kata Jazuli, protes keras sejak Presiden Trump deklarasi sepihak Yerussalem sebagai ibukota Israel dan keinginannya memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv akhir Desember 2017 lalu.

Dan ketika tersiar kabar AS benar-benar akan meresmikan kedubesnya di Yerussalem pada 14 Mei besok, Fraksi PKS melayangkan protes resmi dengan mendatangi Kedubes AS. 

"Kita ingin tegaskan bahwa keluarga besar PKS dan seluruh rakyat Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina lepas dari kezaliman penjajahan Israel. Peresmian kedubes AS di Yerussalem adalah babak baru kezaliman kepada rakyat Palestina," kata Jazuli. 

Anggota Komisi I ini juga mengatakan bahwa peresmian kedubes AS di Yerussalem adalah bentuk arogansi sekaligus penghinaan kepada PBB atas puluhan resolusi yang menegaskan bahwa Yerussalem bukan milik Israel dan membatalkan klaim sepihak Israel.  

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, keputusan Donald Trump memindahkan Kedubesnya ke Yerussalem mengabaikan protes dunia dan hasil voting Majelis Umum PBB.

"Kedatangan kami ke Kedubes Amerika untuk menyampaikan penolakan atas rencana peresmian Kedubes AS di Yerussalem. Ini berarti pemerintah AS tidak mengindahkan protes dunia termasuk hasil voting majelis umum PBB yang mayoritas menolak klaim Yerussalem sebagai ibukota Israel," kata Hidayat.

Menurutnya, kebijakan AS ini justru menodai upaya perdamaian dua negara, Palestina-Israel, yang dikehendaki Amerika sendiri.

Oleh karena itu, ia berharap Donald Trump membatalkan kebijakannya tersebut karena hanya memperburuk masa depan perdamaian Palestina-Israel.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved