Breaking News:

Setelah 17 Tahun Hilang Kontak, Keluarga Senang Dengar Suara Turniati yang Bekerja di Kuwait

Kasus perbudakan modern yang dialami Parinah, tenaga kerja Indonesia asal Desa Petarangan, Kemranjen, Banyumas, sempat mengegerkan publik.

Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Parinah TKW yang 18 tahun tidak diberi upah oleh majikannya di London, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.10 WIB menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzaki
 
TRIBUNJAKARTA.COM, BANYUMAS - Kasus perbudakan modern yang dialami Parinah, tenaga kerja Indonesia asal Desa Petarangan, Kemranjen, Banyumas, sempat mengegerkan publik.

Parinah akhirnya bisa kembali ke kampung halaman di Banyumas setelah 18 tahun hilang kontak dengan keluarga karena kungkungan sang majikan.

Kasus serupa menimpa buruh migran lain yang masih satu desa dengan Parinah, dialah Turniati binti Mintarja asal Desa Petarangan, Kemranjen Banyumas.

Turniati dilaporkan hilang kontak dengan keluarga selama 17 tahun.

Kasus hilangnya Turniati, mulai terang.

Ada harapan bagi perempuan yang bekerja sejak gadis itu, untuk berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman.

Kepala Bidang Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja Penempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Banyumas, Agus Widodo mengatakan, pihaknya telah mengantongi alamat lengkap dan nomor telepon yang disebut milik majikan Turniati, Murtada Kayed Ali Shehab di Kuwait Jabariyah.

===============================
*Turniati binti Mintarja TKI asal Petarangan, Kemranjen Banyumas hilang kontak dengan keluarga selama 17 tahun di Kuwait.
* Keluarga bersyukur akhirnya Turniati menjawab telepon saat dihubungi.
* Keluarga berharap pemerintah bis amembantu memulangkan Turniati.
===============================
Alamat dan nomor telepon itu jadi petunjuk awal bagi pemerintah untuk membawa pulang Turniati ke Indonesia. Nomor itu pun terdeteksi masih aktif.

Keberadaan seorang warga Kemranjen yang kini berumah tangga dengan warga Kuwait dan menetap di wilayah Jabariyah menguatkan rasa informasi itu.

Warga satu daerah dengan Turniati, itu siap membantu hingga Turniati berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved