Meski Harga Naik, Pedagang Bunga Tabur di TPU Basmol Tetap Raup Untung

Sebelum berjalan menuju area makam, terlebih dahulu para peziarah membeli bunga tabur dan air mawar.

Tayang:
Penulis: Novian Ardiansyah | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Rasijan pedagang bunga tabur di TPU Basmol, Jalan Basmol Raya, Kembangan Utara, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Sejumlah Taman Pemakaman Umum (TPU) masih terus ramai dikunjungi oleh peziarah jelang Ramadan.

Seperti yang terlihat di TPU Basmol, Jalan Basmol Raya, Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Pantauan TribunJakarta.com, warga terus berdatangan ke TPU Basmol untuk melakukan ziarah kubur ke makam orang tua maupun keluarga dan kerabatnya.

Baca: Sosok Terduga Teroris Cianjur di Mata Ketua RT, Pendiam dan Jarang Bergaul

Sebelum berjalan menuju area makam, terlebih dahulu para peziarah membeli bunga tabur dan air mawar.

Salah satu lapak pedagang bunga tabur yang ramai didatangi peziarah ialah milik Rasijan.

Lapak Rasijan yang berada persis di dalam dekat pintu gerbang, menjadi salah satu alasan ramai didatangi peziarah untuk membeli.

Rasijan mengatakan, peziarah masih akan tetus berdatangan setidaknya sampai sebelum waktu magrib tiba.

Baca: Sebelum Ledakan Bom, Saksi Mata Lihat Mobil Avanza Nyelonong Masuk Lobi Gereja Pantekosta Surabaya

"Nanti masih terus ada yang dateng, sampai magrib dah sebelum gelap," kata Rasijan, Minggu (13/5/2018).

Ramainya peziarah di TPU Basmol itu pun menjadi berkah tersendiri baginya.

Pasalnya dagangan bunga tabur milik Rasijan jadi laku keras dibeli oleh para peziarah.

"Mau puasa gini mah lumayan ramai ketimbang hari biasa, sudah dua minggu terakhir ini banyak yang ziarah," kata Rasijan.

Rasijan sendiri merupakan pedagang bunga tabur yang memang biasa berjualan di TPU Basmol.

Ia pun mengatakan, menjelang Ramadan seperti ini pendapatannya bisa lebih besar daripada hari-hari biasa.

"Kalau hari biasa paling dapat Rp 1 jutaan, sekarang bisa Rp 4 juta atau Rp 5 juta setiap harinya kalau ramai," kata Rasijan.

Namun hasil berjualannya itu masih harus dipakai untuk modal belanja bunga lagi.

Rasijan mengatakan, modal yang ia keluarkan cukup besar juga lantaran harga bunga yang juga mengalami kenaikan.

"Sekarang bunganya saja sudah Rp 80 ribu, kemar1n-kemar1n mah masih Rp 60 ribu per bungkus gedenya. Belinya di Pasar Bunga Rawa Belong," ujar Rasijan.

Ia pun terpaksa ikut menaikan harga bunga tabur yang ia jual.

Dari yang sebelumnya Rp 5 ribu, sekarang menjadi Rp 15 ribu.

"Kemaren hari biasa mah masih Rp 5 ribu, sekarang jadi Rp 15 ribu sebungkusnya sama air mawar juga sebotol," ujar Rasijan.

Meski begitu, ia pun bersyukur dagangannya itu bisa laku lantaran banyak peziarah yang datang ke makam.

"Iya alhamdulillah ramai gini ma, biasanya jualan sampai sore tapi tetgantung juga kalau masih ramai kita ikutin saja," kata Rasijan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved